sinopsis

Moana – Pahlawan Bagi Bumi, Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Menjadi pahlawan tidak hanya untuk seluruh kehidupan di bumi, tapi juga untuk diri sendiri. Pahlawan untuk kata hati dari lubuk sanubari. Apa yang lebih penting dari mengikuti kata hati? Apa yang lebih jujur daripada hasrat diri yang muncul dari dalam sanubari? *** Te Fiti adalah nama dari dewi pulau. Ia menciptakan kehidupan di bumi dengan… Continue reading Moana – Pahlawan Bagi Bumi, Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Abang

Ketemu Mama Abang, Ketemu Bapak Abang

Saya sedikit tergelak membaca cerita seorang teman blogger. Jadi dia sedang cemas karena bulan depan dia akan diperkenalkan kepada keluarga inti kekasihnya. Dia –katanya- Anxious. Yang membuat saya tergelak adalah ingatan setahun lalu. Ketika saya menghadapi hal yang sama: bertemu calon mertua. Saya tambahin dikit ya: bertemu calon mertua untuk pertama kalinya. Bagaimana perasaan saya?… Continue reading Ketemu Mama Abang, Ketemu Bapak Abang

harihariku

Buku dan Cinta Pada Pandangan Pertama

Banyak buku yang membuat saya jatuh cinta di kali pertama saya membacanya. Satu-dua kata atau sebuah kalimat utuh. Hal ini yang sering menjadi alasan saya membeli buku. Tapi saya salah. Saya banyak kecewa pada buku-buku baru itu. Ternyata saya hanya ‘suka’ pada kata atau kalimat, pada titik di mana saya jatuh cinta. Tapi tidak pada… Continue reading Buku dan Cinta Pada Pandangan Pertama

Abang

November Rain to Wonderful March

November “Tawwa Cha dih Mappetuada pas ulangtahunnya.”kata abang beberapa hari setelah acara Mappetuada Cha, adik kami. Mappetuada itu acara adat yang isinya lamaran secara resmi. “Ulangtahunmu nanti bagusnya diisi apa? Kalau nikah terlalu cepat dih? Lamaran saja kalau begitu?”tanyanya. Saya tertawa saat itu. “Boleh.. boleh..!” I said yes but inside saya sebenarnya tidak terlalu yakin.… Continue reading November Rain to Wonderful March

Abang · harihariku · Uncategorized

Jambu Bangkok Abang

Awal Ramadhan kemarin pohon jambu bangkok di halaman rumah mulai berbuah. Buahnya waktu itu masih sebesar bola pingpong. Kata abang -yang ilmu flora dan faunanya jauh melebihi diriku yang sangat metropolitan ini- jambu-jambu itu baru bisa dimakan ketika ukurannya sudah sedikit lebih besar dari bola tenis. “Kapan Bang jambunya segede itu?”tanya saya. “Nanti. Mungkin habis… Continue reading Jambu Bangkok Abang

harihariku

Burung Mati dalam Selokan

Tadi pagi tetangga saya terlihat sedang jongkok di depan selokan tidak jauh dari rumahnya. Apakah dia sedang eek sembarangan? Saya hampir berpikir demikian sampai saya melihat dua kandang burung besar di sebelahnya. Uhh, burungnya mati… Saya merintih dalam hati melihat beberapa ekor burung terbaring tak berdaya di dasar kandang. Bulu mereka cantik, ya saya dapat… Continue reading Burung Mati dalam Selokan