cerita pendek

Kupu-kupu Hitam

“Hai.” “Hai.” “Kau berubah.” “Ya begitulah.”dia mengangkat bahu. Aku melihat bibirnya yang merah menyala. Indah sekaligus nampak berbahaya. “Bagaimana rasanya sekarang?”aku bertanya. “Aku merasa bebas. Aku merasa baru, terlahir kembali. Kau tahu, butuh waktu lama untuk menjadi seperti ini. Kupu-kupu.”katanya sambil tersenyum lebar. Ahh, aku tidak pernah melihat senyumannya yang seperti itu dahulu. Dulu. Waktu… Continue reading Kupu-kupu Hitam

cerita pendek · kontes

Menulis Berantai #TimMoveOn #LoveCycle : Lifted Up #5

Cerita sebelumnya: Abduraafi Andrian (@raafi) di blog Raafirmation (Part 1) Bimo Rafandha (@bimorafandha) di blog Embertumpah (Part 2) Andhika Citra Handayani (@andhkctra) di blog chaznologic (Part 3) Mandewi (@mandewi) di blog Mandewi (Part 4) Gilang dan Tiffany tiba lima menit yang lalu. Tak satu pun dari kami bersuara setelah pelayan mencatat pesanan mereka. Jus alpukat pesananku sudah… Continue reading Menulis Berantai #TimMoveOn #LoveCycle : Lifted Up #5

.::bisikan kalbu::. · cerita pendek

Percakapan Tentang Terbang Dua Elang

“Bulan depan ada lomba terbang di negeri seberang. Kau ikut?” “Tidak.” “Kenapa?” “Aku tidak tertarik. Aku tak pandai terbang.” “Bukankah sekarang ini kau justru sedang belajar terbang?” Ia terdiam dan memandang langit biru yang membentang indah di atas sana. Langit yang indah. Ia selalu mengagumi langit dan siapapun yang dapat terbang bebas di atas sana.… Continue reading Percakapan Tentang Terbang Dua Elang

cerita pendek · harihariku

Menunggu di Tempat yang Tepat

Pukul satu siang tadi saya menunggu Mala. Matahari sedang bersinar dengan bahagia dan itu membuat saya harus mencari tempat yang teduh. Pilihan saya jatuh di sebelah jembatan penyeberangan. Tempat saya menunggu itu bisa dibilang halte dadakan bagi siapa saja yang ingin naik pete-pete. Sudah tidak terhitung pete-pete yang berhenti di depan saya menawarkan tumpangan. Berkali-kali… Continue reading Menunggu di Tempat yang Tepat

cerita pendek

HELM

  Kedua kawanku itu belum lama pulang. Seorang laki-laki dan seorang perempuan. “Mereka pulang bersama?” “Maksud Mama?” “Maksud mama, apa Riki mengantar Syiana pulang ke rumahnya?” “Tidak, Mam. Syiana pulang naik angkot. Riki tidak membawa helm.” “Umm, Mam…”aku kembali bertanya pada mama setelah jeda beberapa menit dalam diam. “Kenapa, Ran?” “Menurut Mama, apa Riki dan… Continue reading HELM

cerita pendek · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Sepotong Percakapan Hati, Pagi-pagi

“Kak…”kataku dengan mata berkaca. Rasa-rasanya aku tak sanggup mengatakan apa-apa lagi. “Kau mencintainya, bukan? Setialah dengan keyakinanmu itu.”ia berkata pelan. Hembusan napasnya terdengar jelas dan berat. “Walau mungkin saja cintanya bukan untukku?”tanyaku lagi. Kakak itu tertawa pelan. Aku mengernyit, menatapnya tak percaya. Bagaimana mungkin persoalan sepelik ini ditanggapi dengan tawa? “Se-tia-lah-de-ngan-ke-ya-ki-nan-mu.”katanya pelan tapi penuh penegasan.… Continue reading Sepotong Percakapan Hati, Pagi-pagi