harihariku · kontes · Setangkup Roti Cokelat

Ketika Emon ditanya ‘Kenapa Harus Ngeblog?’

Kenapa saya nge-blog? Alasannya sedehana saja: karena menulis buku diary sudah terlalu mainstream. 😀 Kalau tidak salah saya nge-blog sejak SMA. Awalnya saya nyaman-nyaman saja menulis curhatan, puisi dan apapun itu di dalam Ms. Word saja. Tapi lama-lama saya bosan juga membaca itu seorang diri. Apalagi kalau puisi-puisi aduhai lebaynya. Saya merasa harus mempublikasikannya ke… Continue reading Ketika Emon ditanya ‘Kenapa Harus Ngeblog?’

cerita pendek · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Sepotong Percakapan Hati, Pagi-pagi

“Kak…”kataku dengan mata berkaca. Rasa-rasanya aku tak sanggup mengatakan apa-apa lagi. “Kau mencintainya, bukan? Setialah dengan keyakinanmu itu.”ia berkata pelan. Hembusan napasnya terdengar jelas dan berat. “Walau mungkin saja cintanya bukan untukku?”tanyaku lagi. Kakak itu tertawa pelan. Aku mengernyit, menatapnya tak percaya. Bagaimana mungkin persoalan sepelik ini ditanggapi dengan tawa? “Se-tia-lah-de-ngan-ke-ya-ki-nan-mu.”katanya pelan tapi penuh penegasan.… Continue reading Sepotong Percakapan Hati, Pagi-pagi

harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Kupegang Erat-erat

  Satu sore yang kemarau, saya pulang dan menyadari sesuatu : telapak tangan kanan saya kram. Ugh, rasanya sangat tidak nyaman. Pegel-pegel gimanaa gitu. Lalu saya pun tahu, kram itu karena saya menggenggam ujung tasa tangan saya terlalu erat. Tas tangan yang saya sampirkan di bahu kanan itu sebenarnya talinya tergantung pas. Hanya saja saya… Continue reading Kupegang Erat-erat

harihariku · kerja · RS Unhas · Setangkup Roti Cokelat · volunteer

Jam Makan Siang

sumber gambar di sini Jam istirahat di kantor ini sama dengan jam istirahat di belahan bumi pertiwi lainnya. Jam 12 siang tepat. Namun seperti biasa, saya sudah membutuhkan ransum siang lebih awal dari itu. Jam sebelas dan saya sudah keroncongan. Segala jenis makanan saya bayang-bayangkan. Dan tentu saja itu sukses membuat lambung saya bernyanyi kencang.… Continue reading Jam Makan Siang

kontes · Setangkup Roti Cokelat

Aksi untuk Indonesiaku : Jadi Ibu

Saat ini usia saya sekitar 23 tahun 8 bulan. Usia yang sangat produktif, bukan? Saya bisa melihat hal itu di teman-teman seangkatan saya. Di usia seperti ini mereka sudah pada ramai-ramai bekerja, merantau kiri dan kanan, dan yang paling asyik adalah -> bergaji tinggi. Saya? Saya juga ‘sebenarnya’ sedang bekerja di salah satu rumah sakit… Continue reading Aksi untuk Indonesiaku : Jadi Ibu

puisi · Setangkup Roti Cokelat · video

Vidio Puisi – Karena Bukan Aku

Yep, maaf yah teman-teman. Bukannya saya mau memposting sesuatu yang galau lagi. Tapi sayang kalo vidio ini nggak dipromosiin. #alesan Tapi betul, loh. Jangan lihat vidio ini dari sisi galaunya, tapi cobalah liat dari sisi seninya. Coba lihat dari penggabungan larik, musik, dan gambar latarnya. 🙂 Saran saya, kalau melihat vidio ini mesti sendiri. Biar lebih ‘nancep’… Continue reading Vidio Puisi – Karena Bukan Aku