Baby · Married Life · parenting · pregnant

Ngidam

Dear Son. Mimi hari ini akan cerita soal ngidam. Ngidam itu adalah perasaan menginginkan sesuatu dengan amat kuat. Sangat ingin. Kalau tidak dipenuhi akan berdampak pada psikologis (dalam hal ini emosi) seseorang yang menginginkan hal tersebut.

Ngidam, anakku, sangat dekat dengan para ibu hamil. Ngidam ini bahkan kadang jadi hal menakutkan bagi para suami. Coba bayangkan kalau pukul 2 dini hari tiba-tiba si istri terbangun dan merasa ingin sekali makan mi ayam. Di mana mi ayam pukul 2 pagi? Mungkin ada yaaa. Tapi entah di mana. Dan si suami mesti mencari saat itu juga. Suami pun jadi stress. Kalau mau dicari, susah. Tidak dicari, si istri sudah mulai terisak-isak mau makan mi ayam.

Selain timing yang tidak tepat, seringkali ngidam itu berisi hal-hal aneh. Misalnya, si ibu hamil tetiba mau manjat pohon. Aneh bukan? Aneh tapi di negeri ini hal tersebut diwajarkan. Bahkan jadi cerita lucu untuk anak-anak mereka kelak.

Untung saja mimi Alhamdulillah tidak mengalami masa-masa sulit mengidam. Malah yang ngidam kayaknya papa kamu, sayang. Yang suka cari makanan asem-asem itu papa. Awal mimi mengandung kamu kebetulan jambu di halaman belakang sedang berbuah. Jadilah yang menghabiskan paling banyak adalah papamu itu. Mulai dari yang sudah mateng, sampai yang masih kecil-keras-asem semua diembat. Terus si papa biasa tiba-tiba mau makan inilah, itulah. 😀

Tapi pada suatu hari, mimi-lah yang akhirnya mendapatkan momen ngidam itu. Kejadiannya di kantor mimi. Papa waktu itu ikut juga dan dia lagi asyik ngetik d laptop waktu mimi tiba-tiba mau makan mi ayam. Ya harusnya kan mimi tinggal minta saja ke papa atau delivery order tapi entah kenapa mimi jadi terisak-isak di kursi sambil tiduran. Ya jelas si papa kaget. Pas tau mimi “cuma lagi pengen” makan mi ayam, si papa langsung buru-buru lari keluar demi memenuhi hasrat mimi malam itu.

Kamu tau tidak, apa yang selanjutnya terjadi? Mimi tiba-tiba merasa menyesal. Kesian papa sampai terburu-buru begitu. Kalau saja mimi bilang baik-baik kan si papa perginya bisa lebih santai. Dan gara-gara buru-buru si papa langsung loncat ke atas ojek depan kantor, tanpa nawar dan berakhir dengan ongkos ojek yang 2x harga mi ayam. Hehehe. So sorry, Papski…

:*

Ngidam kedua yang membuat mimi menyesal adalah waktu mimi mau makan bakso abang-abang gerobak keliling. Di depan rumah kita jarang sekali ada bakso yang lewat. Jadi papa pun berinisiatif jalan lebih jauh. Katanya kalau di jalanan sebelah biasanya ada.

Kamu tau tidak, apa yang selanjutnya terjadi? Hujan. Papa memang bawa payung buat jaga-jaga, tapi tetap saja mimi menyesal kenapa mesti nyuruh papa jauh-jauh cari bakso abang-abang. Hehehe.

Itulah dua momen ngidam mimi yang ujung-ujungnya bikin mimi nyesal. Tapi kalau dipikir-pikir ya papamu tidak susah-sasah amat sih. Itu kalau dibandingkan dengan ngidamnya ibu-ibu hamil yang lain. Semoga besok kalau kamu punya istri, kamu juga bisa siaga memenuhi kebutuhan-kebutuhan dia termasuk kalau ngidam nanti. 😀

Eniwei, ayok kita kasih sun ke papa yang sudah jadi suami siaga dalam memenuhi ngidam mimi sampai saat ini. Hihihi. :* :* :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s