Abang · puisi

Kemarilah di Sini Bersamaku

bolehkah kuminta sayapmu?
tidak, bukan sebelah. keduanya.

sini, berikan padaku
akan kusimpan mereka dalam lemari

katanya di luar sedang ada badai
tidak ada yang tahu kapan ia reda
karena itu, kata ibu, tetaplah di sini
bersamaku

dalam sangkar ini ada selimut yang tebal
teh manis yang selalu hangat
dan penganan kecil yang menggugah selera

kau mau?

bolehkah kuminta kau menemaniku di sini?
karena diriku hanya ada di sini
hanya bisa ada di tempat ini
di luar sana tidak ada aku

kau boleh memilih.

kau akan memilih aku, bukan?

kemari. kemarilah.

temani aku di sini.

Februari 2016

wings

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s