harihariku

Eagle Queen dan Dream Book –yang dulu–

*tulisan lama baru ketemu🙂

Kalau istilah dream book baru booming akhir-akhir ini, saya tiba-tiba teringat kalau saya pernah punya dream book delapan tahun yang lalu. Iya, delapan tahun yang lalu.

Dream book versi saya dulu agak ekstrim. Pakai tanggal dan bulan. Saya ingat waktu itu saya kepingin sekali menjadi ketua umum sebuah organisasi di sekolah. Persiapan demi persiapan sudah saya lakukan supaya keinganan saya ini bisa jadi nyata.

Akhirnya tanggal pemilihan umum ketua organisasi itu ditetapkan dan atas nama kekuatan dream book, saya pun menuliskan ‘jadi ketum’ di hari dan tanggal yang tentu saja akan bersejarah itu. Yah. Saya percaya sekali dengan kekuatan dream book itu. Sebagaimana ucapan, rasa-rasanya tulisan juga adalah doa. Begitulah kira-kira pemikiran saya waktu itu. :v

Dan tibalah di saat pemilihan berlangsung –

Yah, tidak usah saya ceritakan dengan detil. Lihat saja lembaran CV saya. Di situ tidak pernah ada kata ‘ketua umum’.

Saya ingat beberapa hari setelah kejadian itu, saya membuka lagi dream book saya dan mendapati tulisan itu. Saya coret-coret bagian itu dengan penuh kesedihan dan kelebayan tingkat anak ingusan. :’)

Well, kadang memang kita tidak mendapatkan sesuatu kalau kita terlalu ‘menginginkannya’. Yang berlebihan memang tidak pernah baik.

Tapi kalau kita menginginkan sesuatu ‘biasa-biasa saja’ atau semangat kita ‘sederhana’ saja, usaha kita juga akan ‘biasa-biasa saja’ dan ‘sederhana’ saja kan? Akhirnya hasil yang kita dapat ya hasil yang ‘biasa-biasa saja’ dan ‘sederhana’ saja kan?

Jadi bagaimana?

Umm. Mungkin begini saja. Tugas kita tambah berat. Kita boleh saja terlalu menyukai atau menginginkan sesuatu tapi di samping itu kita juga harus menambah level ketegaran dan kebesaran hati kalau-kalau kita memang tidak ditakdirkan untuk memiliki atau mewujudkannya. Semakin ingin, semakin berhati kuat. Semakin suka, semakin siap untuk kecewa dan belajar ikhlas.

Ugh, tidak semudah mengetikkannya yah? Tapi ya mau bagaimana lagi? Seseorang pernah mengingatkan saya, “life is a mistery”. So don’t think and worry too much. Jalani saja. Lakukan saja. Dan yakin saja, selalu ada tawa setelah air mata. Setelah air mata, selalu ada tawa. #ihik

Sebagai penutup saya kutipkan kata-kata dari penulis favorit kita semua, Tere Liye.

Ketika kita gagal memiliki sesuatu, boleh jadi karena kita memang belum pantas memilikinya.
Maka bersabar selalu lebih baik.

*Sebuah tulisan untuk mengenang sejarah nama pena saya : eagle queen a.k.a [eq]

Makassar, 21 Juli 2013

diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s