anak-anak · harihariku

Mimi yang Encok dan Belum Kawin

Hari itu mimi baru tiba di rumah pukul 18 lewat 30 menit. Adzan maghrib sudah sedari tadi berkumandang. Selepas jatah ‘shift’ paginya, si mimi ada rapat sampai sore. Belum lagi perjalanan ke rumah memakan waktu satu jam setengah. Hari yang melelahkan.

Setiba di rumah mimi disambut dengan dua ponakannya yang lucu dan imut-imut. Mimi senyum sekaligus menghela napas. Di balik wajah lucu ponakannya itu, terhamparlah pemandangan yang mengenaskan dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga ke pelosok kamar mimi. Gelimpangan jenazah? Sisa-sisa longsor? Hmm, tidak semengenaskan itu sih. Okelah kata mengenaskan terlalu lebay ya? Tapi apa yang mimi hadapi itu adalah rumah yang seperti kapal pecah. Berantakan.

“Mimi! Mimi!” seru anak-anak itu menyambut. Walau si mimi juga sering jutek, mereka tetap sayang kok dan menganggap si mimi adalah tante numero uno di dunia. Hihihihi. Kepedean.

Setelah masuk rumah, mimi bergegas sholat maghrib dan setelah itu tanpa berganti pakaian, si mimi diberi tugas menjaga tiga ponakannya karena ibu dari bocah-bocah itu sedang membuat kuah bakso. Hmm, bakalan encok inih.

Biar gampang, ketiga ponakannya itu dijejer di atas tempat tidur. Mimi berada di tengah-tengah sambil memutar video lagu anak-anak. Awalnya aman-aman saja sampai ketika si Ayra (8 yo) nyeletuk, “Mimi kapan kawin?”. Glek!

“Iya, Mimi kenapa ndak kawin-kawin?”giliran Ayman (7 yo) ikut-ikutan rese. Ndak kawin-kawin! Liat coba ini bahasanya si Ayman. Sungguh memporak-porandakan hati.

“Nanti kalau tidak hujan. Doain mimi yaaa..”kata mimi ngeles dan lalu menyanyi keras-keras Old Mc Donald had a farm – E I E I Oooo…

Sebenarya ada lagi percakapan –masih- tentang kawin-kawin itu (duh, kenapa jadi pake kata kawin sih Nikah kan bisa?). Tapi sudahlah. Jadinya akan tambah panjang. Ini sudah lelah fisik, jadi nambah lelah batin. *halah😀

Waktu pun berlalu. Pertanyaan-pertanyaan tadi menghilang begitu saja. Setelah ketiga ponakannya lumayan tenang di tempat tidur dan si ibu sudah selesai masak-masak di dapur, mimi pun mendapat tugas baru: membersihkan sisa-sisa kekacauan anak-anak dan alat-alat masak di dapur. Baiklah, kata si mimi. Encok jilid dua.

Sudah pukul delapan lewat. Hampir pukul sembilan. Sambil membersihkan rumah –sempat juga sih nyambi main duel otak- mimi yang sudah mulai encok jadi berpikir dalam. Jadi gini ya ibu yang bekerja sekaligus ibu rumah tangga. Betapa capeknya dia di kantor dengan segala dinamika dan problematikanya, terus di rumah dia masih harus menghadapi anak-anak yang super aktif dan banyak maunya, rumah yang berantakan, dan juga harus masak untuk makan malam keluarga. Tambah satu lagi: tampil cantik di hadapan suami. Luar biasa!

Mimi jadi membayangkan –gegara si Ayra sama Ayman nanya soal-soal kawin, eh, nikah- bagaimana nanti kalo dia sudah berumah tangga. Pulang kantor, mengurus anak sambil membereskan rumah sambil masak makan malam buat babang. Ugh, bisa ya seperti itu?

Terus bagaimana kalau si babang pulang ke rumah, tapi rumah masih berantakan, anak-anak belum mandi sore, masakan belum jadi, dan si mimi hanya terlihat mengenaskan dengan daster lusuh, dan rambut awut-awutan?

Atau jangan-jangan di luar sana kasus seperti inilah yang menyebabkan banyak suami mencari istri baru? Ya ampuunn. Padahal yang diurus sama istri ini rumahnya sendiri, anaknya sendiri, bukan ngurus yang lain!

Kalau setiap suami mau rumah rapi, anak-anak bersih, dan istri harum mewangi, carikanlah istri-istri anda itu asisten rumah tangga dan berikan biaya perawatan tubuh yang memadai. Insya Allah harapan ini terkabul. Hihihi.

Okeh, mimi izin pamit dulu katanya. Itu panci masih pada belum disabunin dan mimi sudah encok. Mimi bahkan sudah sempat meneriaki Ayman dua kali. Ya ampun mimi! Sabar dikit napa! *terus dilempari tatapan sadis si mimi

😀😀😀

Keep spirit Mimi!😀

***

Hmm. Babang, bagaimana kalau babang sudah pulang, tapi rumah masih berantakan, anak-anak belum mandi sore, masakan belum jadi, dan adek terlihat mengenaskan dengan daster lusuh, rambut awut-awutan dan tubuh bau bawang putih?

berantakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s