cerita pendek

Kupu-kupu Hitam

“Hai.”

“Hai.”

“Kau berubah.”

“Ya begitulah.”dia mengangkat bahu. Aku melihat bibirnya yang merah menyala. Indah sekaligus nampak berbahaya.

“Bagaimana rasanya sekarang?”aku bertanya.

“Aku merasa bebas. Aku merasa baru, terlahir kembali. Kau tahu, butuh waktu lama untuk menjadi seperti ini. Kupu-kupu.”katanya sambil tersenyum lebar. Ahh, aku tidak pernah melihat senyumannya yang seperti itu dahulu.

Dulu. Waktu dahulu. Aku mengenal dia sejak lama. Dulu dia pemalu, lugu. Dia juga sekaligus pemberani dan aku tahu benar di balik senyum tenangnya itu ada jiwa pemberontak yang kalau kau lepas akan sangat mengerikan.

Lalu pada suatu waktu saat sayapnya sudah mulai berkembang, ia terluka. Tidak sekali, dua kali, beberapa kali. Terakhir ia ingin mematahkan sayapnya. Katanya ia ingin menjadi cicak yang tinggal dalam kegelapan gua-gua di kaki gunung terjauh yang bisa ia capai. Ia tidak ingin lagi bersama siapa-siapa.

“Kau memikirkan apa?”lamunanku tentang masa lalunya terputus saat ia menegurku. Aku tersenyum.

“Mengingatmu dulu. Saat kita masih sama-sama lugu.”kataku. Ia terbahak.

“Kau bahagia?”tanyaku tiba-tiba. Entah mengapa aku melontarkan pertanyaan itu. Apa tujuannya akupun tak tahu.

Ia mengernyitkan dahinya padaku. “Aku punya sayap. Aku bisa terbang. Tentu saja aku bahagia.”

Mendengar itu aku tersenyum. Ahh, senyumku tak keluar dari hati. Aku masih ingin bertanya lagi tapi ia sudah berdiri dari kursinya dan…

“Aku pergi dulu. Aku sudah punya janji. Oh iya, lain waktu kau harus mentraktirku minum kopi. Kita punya banyak cerita untuk ditukar, bukan?”katanya sambil berlalu.

“Tentu saja! Kau kabari saja aku. Aku selalu punya waktu untukmu!”jawabku yang tampaknya lebih mirip seruan karena langkahnya semakin jauh.

Dari tempatku berdiri di sini aku masih dapat menghirup samar wangi tubuhnya sambil memandangi sayapnya yang bergoyang perlahan di punggungnya. Kupu-kupuku. Ia kini sudah bersayap. Indah hingga akan sulit dilupakan siapa saja yang pernah melihatnya. Sayapnya itu sungguh menawan. Sayapnya itu berwarna hitam. Hitam kelam.

kupu-kupu hitam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s