cerita pendek · harihariku

Menunggu di Tempat yang Tepat

63de3c5e0649d42aae444fa51c880096 copy

Pukul satu siang tadi saya menunggu Mala. Matahari sedang bersinar dengan bahagia dan itu membuat saya harus mencari tempat yang teduh. Pilihan saya jatuh di sebelah jembatan penyeberangan.

Tempat saya menunggu itu bisa dibilang halte dadakan bagi siapa saja yang ingin naik pete-pete. Sudah tidak terhitung pete-pete yang berhenti di depan saya menawarkan tumpangan. Berkali-kali juga saya menggeleng sambil sesekali tersenyum sopan. Pete-pete yang lewat di depan saya itu bermacam-macam. Ada yang masih kosong, penuh dengan penumpang, bodi mobil yang sudah peyot-reyot, sampai yang musiknya terdengar kencang. Pokoknya macam-macam. Namun saya tetap menggeleng. Selalu menggeleng. Tujuan saya bukan mereka. Mereka bukan alasan saya untuk menunggu seperti itu.

Saya sebenarnya tidak sampai hati melihat para pete-pete itu harus bersusah payah menepi hanya untuk melihat saya menggeleng. Tapi mau bagaimana lagi?

Atau mungkin tempat saya menunggu yang salah? Mungkin saya harus menunggu Mala di tempat yang lain? Menunggu di tempat itu membuat tawaran-tawaran harus saya tolak. Mungkin di antara pete-pete itu ada beberapa yang kecewa, terutama karena penumpang hari itu memang sangat jarang. Artinya saya harus menunggu di tempat yang orang-orang pada tahu ‘lebih spesifik ‘ saya sedang menunggu apa. Bahwa saya tidak sedang menunggu pete-pete.

Hmm. Benar saja. Masih sibuk dengan pikiran saya, tiba-tiba ada yang berseru memanggil nama saya. Saya menoleh. Tidak terlalu jauh dari tempat saya berdiri, Mala memanggil dan melambaikan tangan. Saya tersenyum. Setengah untuk Mala, setengah lagi untuk menyadari bahwa sepertinya saya memang salah tempat untuk menunggu.

Menunggu di tempat yang salah bisa jadi membuat kita ditawari tawaran yang salah dan bisa jadi berakhir dengan menerima tawaran yang salah. Beruntung jika ‘yang kita tunggu’ menyadari ‘ketersesatan’ kita dan menyelamatkan kita di waktu yang tepat. Seperti Mala berseru dan memanggil nama saya.

Tinggal beberapa langkah lagi saya mencapai tempat Mala menanti saya. Saya tersenyum lebar.

Makassar, 15 Mei 2014

4 thoughts on “Menunggu di Tempat yang Tepat

  1. Memang mbak kalau menunggu terlalu di dekat jalan itu selalu disangka menunggu mobil mbak apalagi jika memandang kearah datangnya mobil.

    Kunjungan perdana di blog ini,salam kenal yah mbak saya dari Makassar juga. kalau berkenan mampir juga di blogku🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s