anak-anak · harihariku

Apa Tugas Seorang Ibu, Raka?

Malam itu kakak saya sekeluarga sedang berkunjung ke rumah. Biasanya itu memang ritual di tiap akhir pekan. Kan siapa tahu ponakan-ponakan saya dapat tugas sekolah mengarang cerita bertema ‘Berkunjung ke Rumah Nenek’? Yah, setidaknya mereka jadi punya bahan cerita. Walau sebenarnya sih temanya terlalu mainstream. Seharusnya tema itu bisa saya utak-atik jadi ‘Berkunjung ke Rumah Nenek dan Membuat Mimi Stres Gara-gara Kamarnya Dibikin Berantakan’. Hihihihi.

Oke, back to my story. Jadi sewaktu Raka dan Cherry sedang main di belakang rumah, kakak saya masuk ke kamar saya dan sejurus kemudian menceritakan sesuatu.

Katanya Raka, putra sulungnya yang kelas satu SD, baru selesai ujian harian beberapa hari yang lalu. Hasil ujiannya kemudian diberikan ke kakak saya. Hasilnya bagus. Raka dapat skor 90 karena salah hanya di satu pertanyaan. Karena penasaran, kakak saya melihat soal apa yang membuat Raka menjawab dengan salah.

Kurang lebih soalnya seperti ini:

Pertanyaan:
Apakah tugas dari seorang Ibu?

Jawaban:
a. mengasuh anak
b. mencari nafkah
c. meninggalkan anak

Apakah kira-kira jawaban si Raka?

Apakah a -> mengasuh anak?

Apakah b -> mencari nafkah?

Apakah c -> meninggalkan anak?

Dan..seperti bisa ditebak karena ceritanya macam sinetron cabe-cabean yang tokoh utamanya perempuan bisu tapi cantik rupawan, ya Raka menjawab c. Saya ulangi ‘C’, dibaca ‘che’! C for Ciyus!

Saya seketika terbahak-bahak. Oke, respon saya itu memang kurang sopan tapi saya memang merasa itu sesuatu yang lucu. Dan kakak saya masih terus bercerita dengan penuh rasa keheranan.

Saya tahu betul karakter Raka. Sedikit banyak kepribadian kami sama. Jadi waktu setelah bercerita itu kakak saya memanggil Raka masuk ke dalam kamar saya, saya tidak berkata apa-apa.

“Raka!”panggil kakak saya agak kencang karena Raka masih ada di ruang tengah.

“Ya Bundaaa!”seru Raka. Langkah kakinya yang mendekat terdengar jelas.

“Halo, cakep!”sapa saya sambil mengelus kepalanya saat Raka masuk ke dalam kamar.

“Sini dulu. Bunda mau tanya.”Raka kemudian mendekati bundanya.

“Raka kenapa kemarin jawab tugas ibu itu meninggalkan anak?”tanya kakak saya. Yang ditanya tersenyum kecil.

“Yang soal ujian sekolah?”tanya Raka yang diikuti dengan anggukan bundanya.

“Tidak kenapa-kenapa.”jawab Raka.

“Yakin?”

“Euhh, Raka jawabnya buru-buru, Bun. Raka tidak terlalu perhatikan soalnya apa.”kata Raka sambil menunduk dan memiringkan kepalanya. Aha! Dia tidak jujur. Hahaha.

“Betul begitu? Jujur saja. Bunda tidak bakalan marah.”desak bundanya lagi. Saya masih belum berkomentar.

“Bukan karena bunda terlalu sibuk jadi Raka kira bunda selalu tinggalkan Raka?”tanya bundanya lagi.

“Euhh, euuh, yaahh.. begitu. Memang begitu alasannya.”jawab Raka patah-patah. Wajahnya masih menunduk.

Kakak saya lalu langsung memeluk Raka, anak pertamanya itu. Matanya berkaca-kaca, sementara saya kembali tertawa terbahak-bahak.

Euhh, respon saya memang salah. Tapi buat saya kenyataan di depan saya ini -walau miris- memang lucu. ^_^

Makassar, 9 Maret 2014

IMG_20140309_203955_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s