cerita pendek

HELM

helmet

 

Kedua kawanku itu belum lama pulang. Seorang laki-laki dan seorang perempuan.

“Mereka pulang bersama?”

“Maksud Mama?”

“Maksud mama, apa Riki mengantar Syiana pulang ke rumahnya?”

“Tidak, Mam. Syiana pulang naik angkot. Riki tidak membawa helm.”

“Umm, Mam…”aku kembali bertanya pada mama setelah jeda beberapa menit dalam diam.

“Kenapa, Ran?”

“Menurut Mama, apa Riki dan Syiana itu cocok?”

Mama terdiam sejenak. Sepertinya mama memikirkannya sungguh-sungguh karena alisnya sampai berkerut.

“Syiana itu orangnya serius. Dia itu kepribadiannya cewek banget, Ran.”kata Mama tentang Syiana. Setelah itu beliau diam lagi, berpikir.

“Kalau Riki…”

“Kalau Riki kenapa?”

“Riki itu anaknya suka bercanda. Kepribadiannya tidak seserius Syiana, lebih banyak bercandanya. Cocok atau tidaknya itu kembali ke mereka berdua lagi.”mama menjawab diplomatis. Aih, apa lulusan sospol selalu menjawab sediplomatis itu?

“Tapi mama melihat satu situasi yang ganjil. Syiana tadi kan menunggu Riki datang. Riki juga pasti sadar kalau Syiana harus rela pulang malam demi menunggu dia. Harusnya Riki berinisiatif mengantar Syiana pulang ke rumah.”

“Tapi Ma, tadi itu Riki mau ngantar Syiana pulang. Tapi Riki tidak bawa helm.”

“Nah itu dia maksud mama. Kalau tahu kamu datang malam, ya bawa helm dong biar bisa ngantar Syiana pulang. Iya, kan?”

Aku sedikit terhenyak. Iya juga. Kalau Riki memang berniat mengantar Syiana pulang, harusnya Riki membawa helm dua. Kalau tidak, artinya memang tidak niat, ya?

“Kalau ada orang yang ‘mencoba’ serius dengan kita, itu salah satu bentuk tes sederhana tapi efeknya besar. Kalau hal sepele itu tidak diperhatikannya, maka ada kemungkinan si Riki memang tidak bisa diandalkan.”jelas mama panjang lebar.

Aku mengangguk-ngagguk sok mengerti.

“Atau…”mama menggantung suaranya.

“Atau apa, Ma?”

“Atau memang sebenarnya Riki tidak punya perasaan kepada Syana. Maka Syiana bukan prioritas Riki.

Aku menatap mama. Di luar, malam semakin pekat.

8 Januari 2014

4 thoughts on “HELM

  1. Kalau memang gak punya helm, setidaknya ada usahanya nyari helm buat dipinjam.
    Atau klo berani, tetap diantar tanpa memakai helm. Tapi klo Sisi pasti nda maumi diantar klo nda pakai helm. #upss..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s