Family · Film · harihariku

Mama : Zainuddin, Kalau Cinta Jangan Gengsi!

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

“Itulah kesalahan orang-orang. Karena gengsi, akhirnya kata hati sendiri diingkari.”

Begitulah kira-kira seruan si mama. Jadi ceritanya sore itu saya sekeluarga sedang dalam perjalanan menuju Trans Mall. Di dalam mobil kami bercerita tentang banyak hal, hingga sampai ke topik ini : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Saya sebagai satu-satunya yang sudah menonton versi filmnya segera memberi pendapat.

“Saya setuju sama Zainuddin. Cinta kan punya harga diri!”kata saya sambil mendengus. Kentara sekali kalau pengalaman cintanya tidak mulus.😀

“Justru bodoh si Zainuddin itu. Sudah ada di depan mata, eh, malah ditolak.”balas mama.

“Iya, malah Hayati disuruh pulang kampung!”kata papa mendukung mama. Mama dan papa ini sudah membaca versi novelnya waktu mereka remaja dulu.

“Tapi kan mereka berpisah itu karena Hayati menerima lamaran dari orang lain. Hayati sendiri yang setuju dengan pernikahan itu.”saya kembali membalas.

“Itulah kesalahan orang-orang. Karena gengsi, akhirnya kata hati sendiri diingkari.”

Saya tidak langsung menjawab. Saya masih mencari tangkisan yang bagus sambil bersungut-sungut. Saya sedikit kesal. Bagaimana mungkin mama dan papa mendukung Hayati?

“Allah saja Maha Memaafkan, kenapa kita tidak mau memaafkan kesalahan orang lain?”mama kembali bicara. Saya masih berpikir.

“Kesalahan Hayati fatal, Mama.”saya menjawab.

“Sebenarnya kalau Zainuddin sudah tidak cinta lagi dan memilih untuk bersama orang lain, sih, tidak apa-apa. Tapi ini si Zainuddin masih cinta mati.”balas mama lagi.

“Akhirnya malah si Zainuddin meninggal karena sakit. Sakitnya itu karena menyesal. Karena masih cinta Hayati.”papa menambahkan. Kompak sekali mama dan papa ini. Iyuh.

“Hmm. Begitu ya?”saya mengangguk-ngangguk.

“Harusnya Zainuddin mengerti bahwa mungkin perjalanan cintanya sama Hayati harus berliku-liku dulu, baru kemudian bisa bersatu.”mama masih terus membela Hayati.

Kening saya masih mengerut walau sebenarnya saya sudah cukup setuju. Jadi kalau masih cinta jangan gengsi, Zainuddin! Begitulah kira-kira. Hahaha.

Saya masih ingin berpendapat lagi. Tapi kami sudah sampai di tempat tujuan. Raka dan Cherry sudah ribut mau buru-buru turun.

Baiklah, Uda Zainuddin, kalau cinta jangan gengsi!😀

250px-Tenggelamnya-vanderwijk
Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

4 thoughts on “Mama : Zainuddin, Kalau Cinta Jangan Gengsi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s