harihariku · kontes · Setangkup Roti Cokelat

Ketika Emon ditanya ‘Kenapa Harus Ngeblog?’

blogger

Kenapa saya nge-blog? Alasannya sedehana saja: karena menulis buku diary sudah terlalu mainstream.πŸ˜€

Kalau tidak salah saya nge-blog sejak SMA. Awalnya saya nyaman-nyaman saja menulis curhatan, puisi dan apapun itu di dalam Ms. Word saja. Tapi lama-lama saya bosan juga membaca itu seorang diri. Apalagi kalau puisi-puisi aduhai lebaynya. Saya merasa harus mempublikasikannya ke khalayak ramai dan semoga si β€˜dia’ juga baca dan #terkode. Hahaha.

Maka mulailah saya nge-blog dengan tujuan mulia : curhat dan memberi kode. Sudah, itu saja. Blog saya pertama itu warnanya pink dan isinya nyaris cinta-cinta semua. Namanya juga a-be-ge. *blush*

Selain menulis di blog, saya juga sesekali menulis di website sekolah saya. Isinya tidak jauh beda dengan apa yang ada di blog. Sebagian besar sama, malahan. Tapi waktu itu komentar untuk tulisan saya di website sekolah lebih ramai daripada di blog. Rata-rata mengapresiasi dengan baik, sisanya memuji. Dan itu sungguh membuat semangat menulis saya tetap menyala. #angkuh #dikeplak

Masuk kuliah, pengetahuan blog saya mulai bertambah, tapi isi blog saya masih muter-muter di situ saja: cinta. Ada sih tentang cita-cita juga. Tapi jumlahnya masih kalah banyak lah.

Nah, ilmu tentang blog ini yang ingin saya cerita dan jadikan poin penting di postingan kali ini. Entah sudah berapa kali saya ikut pelatihan nge-blog, seminar yang ngajarin cara dapet duit dari blog dan sebagainya. Tapi entah kenapa sampai saat ini saya belum juga memanfaatkan blog saya hingga ke tahap itu.

Ketika kawan-kawan dan senior-senior saya sudah berjaya dengan blog mereka, saya masih begini-begini saja. Blog masih jadi buku diary versi antimainstream buat saya. Hahaha.

Tapi paling tidak, isinya sudah lebih dewasa. #pencitraan

Iya, silakan liat sendiri isi blog saya. Semenjak berdamai dengan hati dan masa lalu, saya mulai mengisi blog saya dengan cerita sehari-hari di tempat kerja saya, di kampus, atau di mana saja. Tapi, tentu, akan selalu ada tempat di blog saya buat dia. *teteup ^_^; *

Yah, pada akhirnya saya masih biasa menyesali diri kalau melihat bagaimana yang lain memanfaatkan blognya dengan maksimal. Tapi tidak apa-apa. Selama blog ini masih bisa jadi tempat saya untuk bercerita, mencurahkan pikiran saya, bukankah itu juga sudah β€˜berguna’? Lagipula melalui tulisan-tulisan di blog, bukan tidak mungkin ada saja yang terinspirasi dan tiba-tiba merasa menemukan semangat hidup. Kita tidak pernah tahu siapa saja yang membaca blog kita, kan?

Walau ada juga yang mengaku langsung galau membaca salah satu puisi patah hati saya. Ugh. Hehehe.

Lagipula, blog ini masih bisa jadi #kodekeras buat siapa saja yang sebenarnya harus saya kode di dunia nyata. Iya, kan?πŸ˜€

Baiklah, readers. Terima kasih sudah mau membaca cerita saya ini.
Have a nice day Β dan selamat Hari Blogger semuanya!Β ^_^

Makassar, 27 Oktober 2013

2 thoughts on “Ketika Emon ditanya ‘Kenapa Harus Ngeblog?’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s