harihariku

Cerita Buku Baru

Siang itu tiba-tiba di status facebook Kak Yuni diadakan kontes kecil-kecilan. Hadiahnya adalah buku Kak Muhary. Buku yang baru satu tulisan saja bisa bikin hati menjadi biru dan air mata mengalir buru-buru. Hihihi,

kak yuni

buku kak muhary

Kontesnya sederhana saja. Berikan komentar tentang betapa inginnya kami pada buku itu, Kak Muhary akan memilih komentator terbaik. Umm, seru juga.

Nah, inilah komentar yang saya ikut sertakan dan juga komentar-komentar lainnya yang dirangkum oleh Kak Muhary.

kak muhary - de komen

Rame yah? Komennya pun macem-macem. Dari yang geje punya saya, yang lucu punya Nunung, yang bijak macam komen Kak Arya dan Uchank, ada juga Kak Ayi, Kak Rere, Kak Atun, Kak Yuni, rame deh pokoknya. Rame, lucu, dan geje! Hahaha.

Nah, tahu tidak siapa yang akhirnya jadi pemenang? Jreng! Jreng! Jreng! Kak Arya!!!

kak arya

Wajar sih. Komennya bijak gitu. Hihihihi.

Nah, terus, ternyata Kak Muhary masih punya buku lagi satu buat dibagi. Kak Yuni sama Kak Rere pun didaulat untuk memilih komentator terfavorit selanjutnya. Dan pilihan pun jatuh ke partner TA saya si Nunung Husnul Mansur!!!

Yah, sebagai perempuan mungil yang berhati lembut, wajarlah kalau saya ber-‘aahhh, bukan sayaaa.” Soalnya saya memang lagi pengen buku baru. Hihihi.

Tapi bagaimanapun, readers, ini adalah bulan AprilMove. Jadi kita harus move on dari ‘kenyataan’ ini! Dan juga seperti kalimat kesukaan saya -> ciptakan kebahagiaanmu sendiri. ^0^

Karena itu sepulang kantor saya tidak langsung pulang ke rumah tapi pulang ke hatinya. Eh! Hahaha. Sorry-sorry to say yah, kalo pasti nyerempet ke hati. #ditimpuk

Jadi saya pulang itu terus ke toko buku. Iya, toko buku. Bukan pulang ke hat… *dilempar tomat*

Oke. Oke. Saya serius sekarang. *salim satu-satu*

Jadi, seperti biasa saya langsung melangkah anggun ke deretan rak berisi novel. Uumm, tapi ada yang aneh di sini. Saya membaca judul-judul novel yang ada dengan tidak terlalu antusias. Saya merasa datar-datar saja. Saya tidak merasakan getar-getar seperti biasanya.

Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Mungkin perasaan saya sudah hilang dan inilah titik di mana saya –dengan berat hati- harus pergi dari kamu (baca: rak novel). Maafkan saya. Inilah yang terbaik buat kita.

Dan saya memutuskan pergi dari rak itu. Menuju rak lain. Menuju petualangan yang lain. Pendingin ruangan seakan berhenti tak ada listrik. Di tempat itu seolah-olah hanya ada saya dan rak novel. Hanya kami berdua tapi kini tak ada cinta.

*lampu dipadamkan, layar dibakar massa*

Hihihihi. Maafkan kelakuan saya, readers, yah! ^^

Oke, saya lanjut yaaa…

Nah, setelah dari rak novel saya lalu menyusuri toko buku itu. Mencari rak mana yang memanggil jiwa saya. Saya terus berjalan hingga secara tidak sengaja melihat buku ‘ Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati’.

Langkah saya terhenti dan tanpa saya sadari saya sudah menggenggam buku itu dengan lembut. Tidak ada buku yang plastiknya sudah dibuka. Jadi saya tidak bisa tahu bagaimana isinya. Tapi saya tahu buku itu ada di rak best seller. Karena itu bukunya saya ambil. Sah!

Buku ini saya beli untuk Sanguin, partner saya yang kreatif itu.

Saya masih melihat-lihat buku yang lain sampai ketika Melan menunjuk-nunjuk sebuah buku. Sampulnya warna putih. Judulnya ‘Lelaki, Gadis, dan Kopi Campur Garam’. Melan juga minta dibelikan buku.

Ada satu yang plastiknya terbuka. Jadi saya membaca cerpen pertamanya. Judulnya ‘Pita Kuning’. Whuaahh!! Isi ceritanya sukses membuat saya sempat menggaruk-garuk rak buku terdekat dan membuat hati saya campur aduk. Inti dari cerita itu adalah kesetiaan dan ‘cinta itu memaafkan’.

Huft. Pantas saja si Melan menunjuk buku itu. Oke, baiklah Melan sayang. Kakak pikir kamu butuh buku itu supaya bisa lebih bijaksana dalam menghadapi hidup. Hihihi.

Sudah ada dua buku di tangan. Satu untuk Sanguin, satu untuk Melan. Lah, untuk saya mana? Saya kembali menyisir deret buku dan tertumbuk pada sebuah cover yang langsung saya suka saat pandangan pertama. ‘Follow Your Passion’.

Saya hanya membaca resensi di belakang buku dan dengan mengucapkan basmalah buku itu akhirnya saya bawa ke kasir bersama dua buku yang lain dalam keadaan sadar tanpa tekanan dari pihak manapun.

buku baru emon

Yah, begitulah ceritanya sampai akhirnya saya punya tiga buku baru ini. Berawal dari ‘pengen dapet hadiah buku’ sampai akhirnya saya menyadari bahwa untuk bahagia pun kita harus mandiri. Tidak perlu menunggu orang lain membahagiakan kita. ^_^

Kebahagiaan itu sejatinya ada di dalam diri kira sendiri, kan?😀

Oke deh, readers, terima kasih karena sudah sampai di akhir tulisan ini. Nanti saya tulis lagi cerita saya selesai membaca buku-buku ini.

Saya mau lanjut baca buku dulu, yah…! Dadaaahhh!  \^_^/

26 April 2013

Note : Saya, Sanguin (sanguinis), dan Melan (melankolis) adalah satu kesatuan yang utuh dan bersatu-padu. Kami ini one for all dan all for one. Hihihihi

8 thoughts on “Cerita Buku Baru

  1. keep on writing, Ma.. Aih, segar sekali postingan ini… Padahal intinya adalah beli-buku-baru. Aha! Sebaik-baik buku adalah yang dibaca. Happy reading!😀

  2. Maaf mbak masih simpen buku lelaki gadis & kopi campur garam gak? Boleh saya beli gak atau saya pinjam ? Saya sangat butuh dgn buku itu. Tolong hubungi saya jika mbak mau men jual nya yaa, tolong mbak saya butuh sekali -_- idline: rskmrdiana , itu id line saya bisa hubungi disana ya mbak . Terimakasihh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s