harihariku · soulmaks

Edisi Krisis Identitas : Emon Ini Apa? Emon Ini Siapa?

depresi smaller

Angin laut berhembus kencang di malam itu. Ada lima anak muda yang keren-keren sedang rapat di  sebuah cafe di sekitar pesisir pantai Losari. Mereka adalah Cuki, Ciki, Coki, Ciko dan Cheetos.  Yah, judulnya sih rapat. Tapi kok kalau diperhatikan lebih jelas, kerjaan mereka hanya ngemil, minum dan ketawa-ketawa? ^0^

Ayolah, hari gini rapat yang kaku dan nggak asyik? Toh kelima anak muda itu sedang rapat redaksi. Ada proses kreatif di dalamnya. Dan untuk urusan kreativitas, mereka tidak diperkenankan berada dalam situasi dan kondisi yang formal dan kaku. Hihihihi.

Apa saja yang kami bahas? (yah, di paragraf ke-tiga ini saya akhirnya harus mengakui kalau saya adalah bagian dari 5 anak muda keren itu :p)

Yang kami bahas, umm, banyak lah. Soal rubrik yang tak kunjung lengkap-lengkap juga, soal website, sekretariat alias base camp, model gadis untuk sampul, jadwal karokean,siapa yang -dalam waktu dekat – mau mentraktir makan dan yang tak kalah pentingnya kartu nama! Nah, saya tidak usah menceritakan dengan lebih detil karena khawatir readers jadi ngiri dan berebutan ingin menjadi bagian dari perkumpulan yang aneh bin ajaib ini. Jadi yang ingin saya ceritakan saat ini hanyalah kartu nama!

Ada apa dengan kartu nama? Yah, walaupun aneh bin ajaib, bagaimanapun kami ini profesional. Insya Allah usaha kreatif ini akan sukses dan berkembang. Aammiin. Karena itulah kami membutuhkan kartu nama untuk disawer saat lebaran nanti. Eh, hihihi. Maksudnya untuk diberikan kepada rekan-rekan bisnis kami!

Nah, di kartu nama itu nanti kan ada nama, alamat, kode QR, dan sesuatu yang saya sebut ‘siapakah saya?”. Belum mengerti? Saya jelaskan dengan contoh saja yah. Misalnya teman saya si Coki itu mencantumkan ‘book lover’ di kartu namanya, kemudian si Cuki itu memilih ‘Internet Addict’.

Nah, saya apa?

Inilah letak permasalahannya. Saya tidak tahu harus mencantumkan apa. Saya yang selama ini biasanya penuh percaya diri dan bahagia menjalani hidup menjadi merenung dalam. Ternyata, saya tidak tahu saya ini apa, saya ini siapa. T_T

*nangis di pojokan*

Oke, saya suka nulis tapi saya belum menerbitkan buku. Jadi, saya ‘belum’ penulis.

Saya suka menyanyi. Suka sok kalo lagi karokean sama teman-teman tapi saya tidak pernah mengeluarkan album atau ikut kompetisi menyanyi. Jadi, saya bukan penyanyi.

Saya suka desain tapi hasil desain saya masih kalah jauh dari si Art Director. Jadi saya bukan desainer.

Saya sesekali bikin video tapi hanya teks, dan  gambar yang ditambah suara. Saya tidak pernah bikin animasi atau merekam gambar dan kemudian mengolahnya jadi film. Jadi saya bukan videografer.

Saya suka difoto, suka bergaya tapi tidak pernah jadi gadis sampul. Jadi saya bukan model.

Saya suka bikin kue tapi akhir-akhir ini sudah jarang bikin pesanan. Jadi saya bukan chef.

Saya suka sekali akting, apalagi berakting jadi orang jahat atau orang terluka dalam yang terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Tapi saya tidak pernah ikut komunitas teater, saya tidak pernah tampil di panggung bermain drama kecuali zaman sekolahan dulu. Jadi saya bukan aktris.

Saya ini lagi belajar jadi MC. Biasanya MC di acara kampus dan terakhir sedang merambah ke dunia MC pernikahan. Tapi hanya sebatas itu, saya belum profesional. Jadi saya ‘belum’ MC.

Saya suka baca buku tapi hanya ‘meminjam’. Hihihi. Saya jarang beli buku. Koleksi buku-buku saya di rumah hanya sepertiga yang saya beli. Sisanya itu punya kakak-kakak saya yang saya simpan di rumah dengan alasan, bukunya nanti disobek anak-anak kamu. Hehehe. Okeh, jadi saya pun juga tidak pantas disebut book lover. Lagian ini sudah diambil sama si Coki.

Suka main komputer? Iya, tapi hanya sebagai user semata. Disuruh perbaiki komputer saja saya pasti ogah dan segera kabur atau kalau lagi berani cuma sampai ‘bongkar simpan’ hihihi. Jadi, saya bukan pawang komputer.

Jadi saya ini apa? Saya ini siapa? T____T

Huft. Saya pun jadi sadar, ternyata saya sedang mengalami krisis identitas. Hihihi. Bukan krisis sih, cuman saya selama ini ternyata setengah-setengah. Saya tidak mematangkan diri saya pada satu bidang saja. Jadinya sulit untuk jadi profesional. Yah, kira-kira sih begitu. *menerawang*

Jadi ketika saya ditanya mau tulis apa di kartu nama nanti saya jadi benar-benar bingung. Pertama kali ditanya itu tanggal 19 dan sekarang sudah tanggal 26. Jadi sudah sekitar 7 hari dan saya belum tahu identitas diri saya ini. Hihihihihi.

Tapi  kalau saya baca ulang tulisan saya ini, saya jadi berpikir. Bagaimana kalau saya tulis saja di kartu nama saya -> the artist? Paling tidak ini berlaku di kalangan jurusan saya, teman-teman dekat saya dan keluarga saya. Hihihihi. #dipentung

^0^V

Besmen, 26 Februari 2013 

6 thoughts on “Edisi Krisis Identitas : Emon Ini Apa? Emon Ini Siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s