harihariku · RS Unhas · volunteer

Seorang (yang sepertinya) Penipu di Pete-pete

Black Plague

Pagi yang biasa. Pete-pete* 05 dengan nomor lambung 017 melaju kencang membelah jalanan menuju kantor tercinta.

Kemudian seperti biasa, sesekali pete-pete berhenti kalau kena lampu merah. Ya iyalah! Dan kadang-kadang juga berhenti saat ada penumpang yang ingin naik. Hihihi *dilempar tomat*

Dan inilah saat kisah kita dimulai.

Seorang perempuan di usia 20-an, berambut panjang agak kusut, bercelana jins dan berkaus merah menghentikan pete-pete saya. Wajahnya tampak sedikit pucat dan terdapat bekas-bekas cacar air di mana-mana.

Di pintu pete-pete kami sempat bertatapan mata dan si perempuan lalu duduk di samping saya. Firasat saya tiba-tiba membunyikan alarm peringatan. Saya lalu urung memulai aktivitas tidur saya di pete-pete. Saya memilih memperhatikan perempuan ini lewat ekor mata. Detik pertama si perempuan melihat wajah saya. Ishh, saya gerah. Dua detik kemudian melihat tas saya. Lalu dia membuka tasnya seperti merogoh sesuatu. Lalu, masih lewat ekor mata saya, saya melihat tasnya robek. Dua jarinya dikeluarkan lewat lubang itu.Si perempuan lalu memperbaiki letak duduknya. Lalu menatap wajah saya lagi, lalu melihat tas saya, lalu mengaduk-aduk tasnya lagi.

Begitu beberapa kali. Hmmm, curiga saya lalu jadi berlebihan. Tapi walaupun sangat aneh, saya tetap memasang wajah kalem dengan ekor mata yang tidak lepas dari perempuan yang mengurai rambutnya itu. Stay cool! :p

“Cewek.”dia lalu menyapa. Aha! Aksinya sudah dimulai rupanya.

“Cewek.”dia memajukan wajahnya supaya berhadapan dengan wajah saya. Ish!

“Ya?”

“Saya lupa bawa dompet.”katanya.

“Oh ya?”

“Saya lupa bawa dompet saya.”dia mengulang. Saya menaikkan sebelah alis. Terus gue harus bilang wow gitu?

“Iya, terus kenapa?”

“Saya bisa pinjam uang sepuluh ribu?”

“Ya?”

“Saya bisa pinjam uang sepuluh ribu?”ulangnya sambil memperlihatkan ujung tasnya yang bolong.

***

Begitulah cerita yang saya alami di pete-pete pagi ini. Kalau dianalisa, ada beberapa kejanggalan di kejadian ini. Dan kalau memang dia benar-benar seorang penipu, artinya dia masih harus banyak belajar dari saya. #eh

Yang pertama, mukanya memang muka penipu! Astaghfirullah! Saya terlalu sarkas dan su’udzon yah? Iya sih. Cuman saya memang banyak percaya dengan intuisi saya yang selama ini cukup tajam, terpercaya dan bijak di garis tak berpihak.😀

Kedua, tatapan matanya pertama kali di pintu pete-pete memperlihatkan tatapan yang penuh rencana tapi tidak terlalu punya percaya diri. Saya menangkap kegelisahan dan keragu-raguan.

Ketiga, tadi dia bilang apa? Dompetnya ketinggalan? Lah itu tasnya bukannya bolong? Tidak nyambung, kan? Seharusnya kalau itu benar terjadi, saat melihat tasnya bolong dia bisa berseru, “Ya ampun! Saya kecopetan!” atau “Ya Allah!” atau “Innalillah!” atau bisa juga diberi variasi, “Oh em ji!”. Bukannya ngaku dompetnya ketinggalan! Ckckckck.

Paling tidak sedikit paniklah!

Kemudian lubang di tasnya hanya selebar dua jari. Dompet selebar dua jari ada, yah? Kalau dia bilang uangnya dicuri sih mungkin masih masuk akal. Dompet emak-emak kalo ke pasar yang kecil itu, tau tidak? Iya, yang kecil itu. Biasanya hadiah kalau beli emas. Nah, bahkan dompet itu saja lebih lebar dari dua jari!

Selanjutnya, mari kita lihat sobekan di tasnya itu. Yang pertama, itu bukan bekas irisan tapi cabikan. Dan juga itu sudah lama. Kenapa saya bilang sudah lama? Bekas sayatannya tidak tajam dan warnanya sudah menguning. Saya pernah lihat tas kakak saya yang baru saja disileti pencuri. Huh!

Setahu saya, para penyilet tas punya silet atau pisau yang tajam terpercaya dan mantap sekali sayat. Kan mencopet itu mesti cepat-cepat kan? Mana ada penyilet bilang, “Maaf, Kak. Saya nyiletnya agak lama. Susah sih, tasnya!” atau “Aduh, aku kok nyiletnya nggak rapi gini,yah?” sambil mengangkat tas korban dan memperhatikan sambil tangan kanan mengelus-elus dagu. (“_ _)

Jadi, jelas itu bukan sayatan yang baru.

Apalagi yah? Umm, sepertinya itu saja. Karena tidak lama kemudian perempuan itu turun dan berjalan masuk ke dalam sebuah lorong di jalan Urip Sumoharjo. Hmm, saya buru-buru memeriksa isi tas saya. Alhamdulillah, aman. Semua masih lengkap bahkan sampah gula-gula saya saja masih ada. Hehehe.

Jadi, pembaca yang budiman, itulah cerita saya pagi tadi. Kalau masih ada yang mau berprasangka baik ke perempuan itu silakan saja. Setelah perempuan itu tadi  turun saya juga sempat memikirkan beberapa kemungkinan dia memang ketinggalan dompet atau kecopetan atau apalah. Tapi yah, mengingat analisa saya lagi saya sepertinya lebih percaya kalau dia memang penipu.

Tapi sudahlah. Tidak usah diperpanjang lagi masalahnya. Toh tidak ada yang hilang. Bahkan hati saya pun masih baik-baik saja.

Ehh, kok hati sih? Hahaha.

Udah, ah! See ya my dear readers, yahh!

Ciao! ^0^

Besmen, 12 02 2013
*pete-pete : angkot

16 thoughts on “Seorang (yang sepertinya) Penipu di Pete-pete

  1. wah..lucu..agak lebay (like always..hehe) dan sangat sarkastik😀

    sy jadi penasaran, akhirnya mirna ngasih 10rb atau ngasih tatapan tajam & terpercaya bisa bikin si cewe tadi nd berkutik😀 ???

  2. HHa, jangan sampai hatinya kecuri maksudnya kak🙂

    saya sering juga disapa orang tidak dikenal beberapa kali pas lagi mau keluar dari parkiran atau pas lagi nunggu orang di pinggir jalan. minta beberapa uang, tergantung feeling juga sih sebenarnya mau ngasih atau tidak😀

    1. Hahaha. Iyahh…
      Sekarang ini saya sudah sangat berhati-hati dengan hati, sampai dikasih gembok berkali-kali.
      *mulai lebai*

      Nah kan, tergantung feeling, kan? Waktu itu feeling saya mengatakan kalau dia itu penipu. Makanya saya ndak kasih seperti yang dia minta.
      *padahal saya lagi sekke*😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s