harihariku · holiday

Hujan dan Mimi yang Menggambar

Sabtu yang hujan. Hari ini seharusnya membahagiakan. Bukankah perpaduan weekend dan hujan itu sangat sempurna?

Yah, saat sempurna untuk ngulet di tempat tidur seharian tanpa harus berbuat apa-apa dan memikirkan apa-apa. ^0^

Namun sayang sekali saudara-saudara sekalian, karena akhir pekan ini saya ketiban berkah dikunjungi oleh ponakan-ponakan saya yang lucu-lucu, imut dan menggemaskan. Lucu-lucu! Iyah, LUCU-LUCU!! (_ _”)

*dikeplak mbak-mbak saya*

So, goodbye my perfect weekend. Hihihi

************

Jadi beginilah nasib saya di pekan ini. Pagi-pagi saya terbangun karena angin kencang dan hujan yang lebat. Saya bangkit karena dibangunkan oleh mbak saya nomer dua untuk menemani Ayman nonton Ultraman.

Saya pun bangkit dengan membawa serta bantal guling, menemui Ayman di depan tivi dan… brukk!!! tumbang dengan gaya memeluk guling yang indah nan eksotis. Hihihi.

Tidak lama, Ayman mulai bosan nonton sendiri lalu menangis lalu masuk ke dalam kamar dan kembali tidur bersama kakak perempuannya, Ayra, dan kakak sepupunya, Raka.

Haa! Saya bersorak penuh kemenangan. Guling kembali ke pelukan dan kini saya sedang jalan kembali menuju kamar saya tersayang.

Tapi…belum juga sampai di tempat tidur, simbak saya menghampiri.

“Sisi, bikinin anak-anak bubur, yah.”

Errr…

Saya sedikit menggeram tapi lalu menoleh ketika si guling sedang memegang lembut lengan saya dan menatap penuh pengertian. Bantal dan selimut melambai penuh penghargaan. Pergilah Sisi sayang, katanya. Buatkan anak-anak kecil itu bubur yang hangat.

**********

Bubur sementara dimasak. Saya duduk sendiri di depan jendela sambil menikmati setangkup roti cokelat dan secangkir kopi krim yang agak pekat. Hmm, sedaaap…

Mungkin ini yang dinamakan membahagiakan diri sendiri. Bahagia itu sederhana, bukan? ^0^

Tapi belum lagi roti saya habis, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan keluarlah dua ponakan saya yang tertua, Raka dan Ayra. Whuaaa! Mereka sudah bangun! Tapi untung keduanya langsung menyalakan tivi sendiri dan tidak mengusik saya. Hanya senyum dan melambaikan tangan. Saya lega. Hihihihi

Sambil menghabiskan roti, saya memandangi dua anak kecil yang saling bersepupu itu. Ahh, anak-anak. Mereka bebas dari segala macam kepentingan orang dewasa yang justru kadang sangat kekanakan. Yang mereka tahu, mereka itu bersaudara. Yang mereka harus pahami, mereka harus saling menyayangi dan melindungi.

Itu yang namanya keluarga, bukan?

Huufttt. Oke, sudah syahdu-syahdunya! Berhubung bubur yang saya masak nyaris kering! hahaha. Nyaris, loh, yah! :p

*******

Oke, bubur selesai. Saya juga selesai sarapan. Tadinya saya mau kembali ke tempat tidur dan bertransformasi lagi menjadi ulet yang sibuk ngulet-ngulet di kasur sampai jangka waktu yang tidak ditentukan.

Namun demi melihat wajah ponakan-ponakan saya itu hati saya tergerak. Saya menghampiri mereka yang saat itu baru akan mulai mewarnai gambar.

Saya tiba-tiba ingin ikut serta. Saya pun mencari kertas bekas dan mengambil tempat di depan mereka.

“Mimi mau ngapain?”Ayra menatap saya heran.

“Mimi mau menggambar. Raka sama Ayra mewarnai saja, yah. Nanti kita lihat hasilnya sama-sama.”

**********

Saya menggambar dengan serius. Saking seriusnya, saya tidak menyadari kalo si Raka dan Ayra kini tidak memegang crayon lagi tapi sendok bubur!

Loh, sejak kapan mereka mulai sarapan? Hihihihi.

Tapi sudahlah, ini gambar saya sudah hampir jadi. Raka dan Ayra bersorak ketika sadar saya sedang menggambar mereka bersaudara.

Warna bajunya saya sesuaikan dengan permintaan pelanggan. Hihihi.

Nah, ini dia gambar saya yang pertama :

karena kita semua bersaudara

Nah. Itu dia. Persis gambar anak TK!. T___T

Tapi lucu kannn? Hihihihi

Selesai gambar itu, si Raka lalu minta digambarkan pemandangan. Hampir saja saya menggambar dua buah gunung, matahari, jalan raya, dan rumah panggung serta pohon pisang. Tapi lalu saya teringat. Gambar semacam itu sangat mainstream! Hihihihi. Jadi saya gambar saja taman bunga.

Ini dia taman bunganya…

taman bunga

Hal penting dari prosesi gambar menggambar ini adalah ketika Ayra tiba-tiba bersorak, “Mimiku hebat! Jago menggambar!”

Hiks. Hiks. Gambar mimi hampir setara dengan gambar anak TK yang jago gambar, Nak. Hehehehe.

*********

Jadi, inilah wiken saya yang basah. Basah karena hujan. Hari sudah semakin siang dan saya mulai kelaparan. Tapi sebelumnya saya harus mandi dulu. Hihihihi.

Okesip, my dear readers! Terima kasih sudah mau membaca tulisan ini. Semoga yang baca dimudahkan rejeki dan dipercepat jodohnya. Aamiinn. Hihihihi

Chao!

*Oh, iya, tambahan sedikit. Selepas maghrib tadi mama saya melihat kedua gambar saya.

“Ihh, lucunya gambarnya! Ayok kita bingkai!”seru mama.

Haduh, Mama! Kalau saya masih TK sih gambarnya akan keren kalo dibingkai. Lah ini saya sudah segede ini. Kadaluarsa, Mama! Hihihihihi

 

Makassar, 5 Januari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s