.::bisikan kalbu::. · harihariku · Job itu Kerjaan · RS Unhas

Cerita Merepotkan di Besmen pada Suatu Sore

Selepas sholat Ashar, seorang berseragam pegawai Rumah Sakit Unhas menyalami Imam sholat kami sore itu. Kalau dideskripsikan, yang menjadi imam kami itu lelaki paruh baya yang sudah berusia sekitar 60-an.

“Siapa yang sakit, Pak?”tanya pegawai rumah sakit menyapa.

“Anak saya.”jawabnya pelan  nyaris lirih. Saya yang cuma menguping harus mendekatkan telinga sekitar 2 senti lagi. #dikeplak

“Oh anak Bapak. Sakit apa, Pak?”si bapak ditanya kembali.

Sampai di sini saya kehilangan sinyal. Suara si bapak hilang. Setengah mati saya mengacung-acungkan mukena demi mendapatkan sinyal. *emang bisa gitu?*

Nah, saya mendengar kembali suara si bapak ketika mengatakan, “Anak saya habis berkelahi, Pak.”

Si bapak mengatakan dengan pelan dan suara penuh kelelahan. Sampai di sini saya tercekat!😥

Sambil membereskan muka dan memakai kaus kaki saya memperhatikan si bapak yang saat itu tengah berdoa. Si bapak yang penampilannya yang sederhana. Ahh, entah kenapa saya jadi geram pada anak si bapak.

Coba lihat bapaknya sudah setua itu. Tubuhnya sudah tidak tegap lagi. Rambutnya yang putih, kulitnya yang keriput. Wajahnya yang dijejali kelelahan lahir maupun batin. Dan si bapak masih saja harus disusahi oleh anaknya yang katanya masuk rumah sakit karena berkelahi????

Argh!!!

Seharusnya si bapak sedang duduk-duduk di teras rumah sambil melihat cucu-cucunya berlarian di halaman mengejar anak-anak kucing. Oke, sampai di sini memang sinetron sekali. Tapi  maksud saya ya seharusnya si bapak sedang menikmati masa tuanya dengan damai dan tenang.

Bukannya di rumah sakit!😦

Yahh, saya juga tidak tahu pasti penyebab perkelahian itu. Bisa saja si anak memang cuma korban atau apalah atau apalah. Tapi pokoknya saya benar-benar kesal dengan alasan si bapak ada si rumah sakit.

Mungkin juga karena akhir-akhir ini saya selalu mendengar berita tawuran yang bahkan memakan korban jiwa!

Mahasiswa dan pelajar yang meninggal itu orangtuanya bagaimana perasaannya? Anaknya yang dididik dengan penuh sayang itu harus mati sia-sia. Mereka memperjuangkan apa memangnya? Suku? Daerah? Membela apa? Agama? Negara? Ego! Mereka membela ego.

Lebih mending kalau mereka meninggal di medan perang, di Palestine, di Rohingnya. Inih? Inih? >_<

Ini menjadi tamparan buat saya. Tamparan buat kita semua sebagai ‘anak’. Nyenengin orangtua saja belum tentu bisa, mbok ya aksi-aksi yang ngerepotin diminimalkan lah ya. Kalo bisa nggak usah nyusahin!😦

Ada yang bilang, “Kalau nggak bisa manisin, jangan ngasinin deh!”

 

Besmen, 25 September 2012

*masih geram geram geram*

sumber gambar : internet

 

11 thoughts on “Cerita Merepotkan di Besmen pada Suatu Sore

  1. Aduh kakak, anak siapa sh i2? *ikut2an geram*
    (̾˘̶̀̾̾ ̯˘̶́̾ ̾̾̾’̾̾)̾

    Tp tetep positiv thinking aja dlu dh, sblum smuanya berubah bak power rangers
    *hiyyaaak

    *nitip salam yah buat bpaknya, nyang sbar ˆ⌣ˆ

    1. Iya adek, Awa…
      untung saya ndak datang ke IRD sambil bawa karangan bunga buat si bapak
      sambil bawa popmie.. #eh
      hehehe

      eh, katanya tadi mau ke kampus ambil template flash?
      kok ndak jadi datang?

  2. Yap benar sekali. Kalo dah punya anak … lebih miri lagi perasaan kalo ada yang seperti ini, Krn terpikir anak2 kita. Kelak mereka bagaimana? Na’udzu billah moga anak2 kita kelak terhindar dari yang kayak begini …

  3. klo saya minta izin sama bapakx supaya bisa lihat anaknya.. pas di persilahkan lihat.. sy cubit sembunyi2 itu anak putar tujuh kali cubitannya sambil tersenyum supaya tidak kentara ke bapaknya klo sy sedang siksa anaknya.. wuahaha #iblis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s