Setangkup Roti Cokelat

Ada Semut di Ujung Jempol Kakiku

Ada semut di ujung jempol kaki kiriku. Ia sudah akan menggigit, kutepis dengan ibu jari.

Ada air putih dalam botol berwarna kuning di sebelah kananku. Di sebelah kiri ada potongan cokelat kemarin sore, sisa keponakanku.

Ada aku, masih seperti dahulu.

Ada sebungkus makanan kecil di sebelah kiri Mona, laptopku. Tapi mungkin aku tak akan memakannya sendirian. Kata guruku, itu tak baik untuk empeduku. Entah apa maksudnya. Aku iya saja.

Ada aku, masih seperti dahulu.

Ada lagu kenangan yang terputar perlahan, menemani malam-malam yang sunyi dan gerimis.

Bukankah ini sudah musim kemarau?

Entahlah.

Aku cuma mau bilang, aku dan kita semua tak seharusnya mencemaskan apa yang belum tentu terjadi. Banyak kejutan dalam hidup, bukan?

Kalau kita bisa merencanakan yang baik, kenapa kita mesti merencanakan yang buruk?
Karena yang buruk itu diwaspadai, bukan direncanakan, kan? Iya, kan?

Lima Tujuh Duabelas

sumber gambar

4 thoughts on “Ada Semut di Ujung Jempol Kakiku

  1. Ini sajak atau hanya sepenggal cerita senjamu kak ?
    hha.

    Iya, mari merencakan yang baik-baik saja. Waspada dan takut itu beda-beda tipis loh kak :))

  2. “Aku cuma mau bilang, aku dan kita semua tak seharusnya mencemaskan apa yang belum tentu terjadi. Banyak kejutan dalam hidup, bukan?

    Kalau kita bisa merencanakan yang baik, kenapa kita mesti merencanakan yang buruk?
    Karena yang buruk itu diwaspadai, bukan direncanakan, kan? Iya, kan?”

    —> Kalimat2 ini. Keren. Sekali.šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s