.::bisikan kalbu::. · harihariku · kado · my stuff · Setangkup Roti Cokelat

Biji-biji Mahoni

Sudah tanggal 20 Maret. Saya ingat sekali hari itu karena bertepatan dengan gladi resik dan pengambilan nomor kursi wisudawan Unhas periode maret 2012.

Ulangtahun saya jatuh beberapa hari sebelumnya, tanggal 16 Maret. Karena itu saya pikir semua kado-kado yang dipersiapkan kepada saya sudah selesai diberikan. Sudah lewat sekali, bukan?

Kalau tidak salah pukul dua lewat-lewat sedikit. Seharusnya saya sudah berjalan dari lantai tiga elektro menuju Baruga AP Pettarani. Tapi saya kebelet pipis! Jadi saya pun sedikit berlari dengan khusyuk mencari jalan lurus menuju toilet!

Di saat itulah, 10 meter menjelang pintu toilet saya dicegat oleh senyum seseorang. Saya mengenalnya. Dia mengenal saya. #apasih

Saya tidak punya alasan untuk tidak membalas senyumnya. Dan saya pun tersenyum padanya. Kami sempat saling menahan senyum beberapa saat. #mulaingaco

Oke. Oke saya serius sekarang. Kan tadi saya bilang saya kebelet pipis! :p

Nah, setelah adegan-adegan senyum itulah dia kemudian berkata, “Tunggu sebentar. Saya punya sesuatu untukmu.”

Saya mulai bertanya-tanya. Kado? Jadwal pemberian kado buat saya bukannya sudah berakhir? Tapi saya hanya tersenyum mengangguk.

“Tapi saya ke toilet dulu, yah… Kebelet!” dia mengangguk dan itu membuat saya makin melesat. Toilet aim kaming!😀

***

Alhamdulillahhh. Lega! *ini bagian penting untuk diceritakan yah? #dikeplak  ~_~

***

“Tunggu sebentar, yah! Saya mau mengambil sesuatu.”katanya. Ternyata dia menunggu saya.

“Ini buatmu! Untuk ulangtahun kemarin.”katanya setelah menghilang sekitar dua menit dari pandangan.

Aku terharu. Ternyata ada hadiah lagi untuk usia 23 ini!😀

Dari penampakannya yang berukuran tujuh kali delapan senti, nampaknya ini pin, bros atau semacam aksesoris. Teksturnya tidak jelas karena terhalang bungkusan. Hmm… saya jadi penasaran.

Tapi saya tidak sempat membuka hadiahnya karena sepertinya saya sudah sangat terlambat untuk gladiresik.

***

Sudah tiga hari semenjak kado itu diberikan dan ternyata saya belum membukanya! Teman-teman lihat? Betapa berdosanya saya pada kado itu. (_ _ )!

Saya membukanya pelan-pelan. Bukan karena syahdu, bukan. Saya kan kadang lelet!😀😀😀

Dan… taadaaaaa….!!!!

Apa ini? Saya lalu merasa kampungan karena tidak tahu benda apa namanya yang muncul dari balik kemasan itu. Dalam deksripsi orang awam, saya bisa jelaskan kalau bentuknya seperti daun kering berwarna cokelat tapi berisi seperti petai yang kering. Bisa dibayangkan?

Saya seketika berpikir, itu hiasan dari bunga kering tapi lalu rusak dan patah-patah karena saya menaruhnya sembarangan. Hiks. Hiks.

Atau… ini puzzle bentuk baru? Saya mungkin harus menyusunnya berdasarkan bentuk patahannya. Weww. Kalau benar, ini akan jadi puzzle tersulit yang pernah saya hadapi. :p

Dan sodara-sodara sebangsa dan setanah air, saya bingung saya pusing saya tidak mengerti soal puzzle ini! >_<

Saya pun menyerah, mengumpulkan mereka hati-hati dan lalu meletakkannya di meja belajar saya. Supaya saya bisa melihatnya kapan saja.

***

Beberapa hari kemudian.

“Sudah ditanam belum?”saya bertemu lagi dengannya.

“Apa?”

“Mahoni yang kemarin itu.”

“Mahoni?”

“Iya, biji-biji mahoni!”

Oalaahhhh!!!!

“Ya ampun. Saya kampungan. Saya tidak tahu kalau itu biji mahoni.

“Jadi kamu pikir itu apa?”

“Puzzle!”

“Puzzle?”

***

sumber gambar

“Apa alasanmu dengan mahoni itu?”saya bertanya penasaran.

“Kau tidak ingat puisimu?  Yang tentang daun-daun itu?

Hmmm… Memangnya ada yah?

“Oh iya, saya ingat sekarang!”

Ia hanya tertawa. Saya juga ikut tertawa.

“Kau bilang setiap tahun, daun usia kita akan jatuh satu. Jadi, karena ada satu daun yang jatuh, kita harus ganti dengan menanam satu pohon yang baru. Selain itu, tiap menanam satu pohon, kita akan mendapatkan berkali-lipat kebaikan, bukan?” jelasnya panjang lebar.

Di bibir saya memasang senyum, di hati saya terharu. Luar biasa konsep kado saya ini. Keren! Unik! Saya suka. Saya suka sekali.

Terima kasih banyak. ^_^

30 Maret 2012

*tahun depan saya minta biji pohon uang, yah.. ^^

http://tiyangkayunan.blogspot.com/2011/06/manfaat-buah-dan-biji-mahoni.html

6 thoughts on “Biji-biji Mahoni

  1. “Kau bilang setiap tahun, daun usia kita akan jatuh satu. Jadi, karena ada satu daun yang jatuh, kita harus ganti dengan menanam satu pohon yang baru. Selain itu, tiap menanam satu pohon, kita akan mendapatkan berkali-lipat kebaikan, bukan?” jelasnya panjang lebar.

    Saya suka bagian ini , heheeheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s