harihariku · holiday

[Trip to Jogja] Mak Lampirrr… Aim Kamingg!

[Sebelum tulisan ini diposting, terjadi kontraversi terlebih dahulu. Bukan, bukan kotraversi masalah kepergian saya tapi kontraversi judul. Iya, judul. Katanya terlalu ekstrim. Katanya lebih baik saya menggunakan kata Merapi, Borobudur, Batik, dan yang terakhir cukup mencengangkan yaitu Bakpia atau Gudeg. Cuman saya kok agak datar saja menyebutkan ‘Bakpia Pathok Aim Kamiiingg!” atau “Gudegg… Aim Kamingg!”. Tidak ada getaran yang saya rasakan. Tidak ada sensasi haru yang membuat saya terharu dengan membaca judulnya saja. Jadi, yah, akhirnya dengan penuh perasaan tanpa logika, saya tetap memakai judul di atas. Adapun kalau rekans ada yang tidak berkenan, bisa komentar di bawah tulisan ini. Tolong kalau mau mengkritik yang halus yah. Saya ini sangat perasa, soalnya… ^^ #geje]

 

Hari itu hari Ahad. Ahad yang gerah sekali. Sepulang dari berjualan pagi di pantai losari saya yang tengah baring-baring jadi terusik dengan deringan telepon seluler saya.

“Allowww…”

“Sisi di mana?” suara Mbak Rini, kakak saya nomer satu.

“Di rumah.”

“Mau mka berangkat ke Jogja lusa. Yakin ndak mau ikut?”

“Ummm…”saya ragu.

“Tiket pulangnya saya traktir…”

Saya mikir. Umm, boleh juga sih…

“Tanya mama dulu dehh…”akhirnya saya menjawab.

Dan kemudian telepon pun kuping dari saya punya ke mama punya. Karena masih ngantuk dan lemes akibat kekenyangan makan bakso, saya tidak terlalu tertarik menguping isi pembicaraan mereka. Yang saya lihat cuman mama yang tiba-tiba berjalan cepat ke kamar menemui papa, tetep sambil menelpon. Mungkin mereka mau diskusi dan tentu saja pastinya saya dong yang inside the gossip way.

Sampai akhirnya mama datang mendekat.

“Sisi, kamu ikut yah!”

Saya mendongakkan kepala dan menaikkan alis kanan.

“Males.”

#sok

“Ssuudaahhh, ikut saajaa sannaahhh….” Eits, ini bukan jawaban mama. #korbaniklan

Karena yang terjadi sesungguhnya dan sebenarnya adalah mama cuma bilang kalau saya sebaiknya ikut saja mumpung masih ‘nganggur’. Sekalian refreshing juga, sih, katanya.

“Tapi, Ma, berangkatnya itu lusa!”saya masih sedikit ragu.

“Yang bilang tahun depan siapaaa?”

Argh, tiba-tiba saya malas. Malas ngepak, maksudnya. Hihihihihi. Belum lagi pas malamnya mbak Rini kirim sms, “Janganko bawa sepatu syahrinimu!”

Saya tersenyum geli mengingat highheels saya yang 10 senti. #ilovesendaljepit

Dan karena ini perjalanan dadakan, saya rasa belum saatnya saya memberi tahu kawan-kawan saya mengenai rencana keminggatan saya selama sepekan ini. Nantilah, mereka pasti akan tahu dengan sendirinya. Hihihihi. Lagian, kalau saya ngomong di awal keberangkatan, nanti banyak yang titip list oleh-oleh lagi. *disambit

Oh iya, perjalanan ini saya anggap sebagai perjalanan batin. Semedi. Mudah-mudahan saya bisa merefresh-kan otak, menjernihkan pikiran dan mengosongkan hati. Ya, poin terakhir ini yang paling penting. *kedip-kedip mata

Baiklah, ini cuman pembuka. Wait for my next report  yeeiiii… ^_^

 

Februari 2012

5 thoughts on “[Trip to Jogja] Mak Lampirrr… Aim Kamingg!

  1. yes! berhubung nd ad yg tau, artinya smw jatah oleh2 dlimpahkeun k sy nah de’
    #asseeekk😉

    rok batik ala malioboro boleh lah
    ato kaos lucu2 khas djogja jg bisa
    ato buku2nya fahd djibran jg sy ikhlas nerimanya (maklum, jarang sekali didapat dsini bla)

    nah..nah…ade’ mirna baeeee ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s