.::bisikan kalbu::. · my stuff · Setangkup Roti Cokelat

Tulisan Berantai : PR SMP!

Bismillahirrahmanirrahim

Tulisan Berantai : PR SMP!

eS-eM-Peh???? Whattt????

Saya benar-benar terkejut saat menerima penganugerahan PR SMP ini dari salah seorang sahabat tersayang. Katanya saya harus menuliskan 5 hal yang paling berharga zaman-zaman SMP. Hahahaha. Saya suka malu kalau mengingat cerita-cerita yang terjadi di sini. Prett!!!

Haduhhh. Serius! Saya benar malu-malu. Ini muka sudah kayak kepiting rebus, sepertinya…. *memandang ke langit mesra
*dikeplak :p

Tapi sudahlah, karena PR ini sifatnya wajib (walau sebenarnya ini pemaksaan), mari kita kerjakan saja dengan baik dan benar.😛

Check this out!

Yahh.. saya bersekolah di SMP Negeri 3 Makassar, Jalan Baji Gau. Duh, saya lupa nomer berapa. Yang jelas lokasinya mudah didapatkan dan jaraknya itu loh, cuma sekitar 100 meter dari rumah.

Hey, apa kamu pikir tinggal di dekat sekolah itu membuat kita cepat datang ke sekolah? Tidak, sayang. Saya bahkan hampir selalu sampai di gerbang tepat ketika lonceng berbunyi. Dasar!😀

Lalu, apa yah 5 hal paling berharga? Umm… mungkin ini…

1. Kerudung! Rok panjang!

Saya ingat. Saat kelas satu SMP saya mulai memakai kerudung. Stylenya masih kerudung jadul. Inipun saya pakai, yah, karena di suruh oleh Mbak saya. Awalnya saya tidak terlalu tertarik memakai kerudung. Hihihihiihi. Namun entah kenapa akhirnya saya mau-mau saja.

Kamu tahu sensasi yang saya rasakan ketika pertama kali ‘resmi’ berkerudung? Wuihhh. Sulit dikatakan. Yang jelas buat saya hari itu langit menjadi lebih biru. Udara lebih lembab, dan perasaan sungguh tenang. Saya merasa, umm, lebih dewasa. Seperti baru saja membuat sebuah keputusan besar semacam menandatangani piagam perdamaian antar dua negara yang sudah berselisih paham sejak sebelum masehi. Hahaha. Lebay. Oh iya, saya juga merasa lebih ‘cewek’, lebih anggun.

Sungguh sensasi yang tidak seharusnya yah? Hihihihihi. Seharusnya kan sensasinya lebih tenang dan damai, merasa lebih dekat dengan Gusti Allah. Tapi tak apalah. Toh, saya masih sangat muda dan sangat ababil saat itu. ^_^

Kalo soal rok panjang lain lagi. Waktu kelas satu SMP dulu, saya punya guru Bahasa Inggris. Bapak guru saya ini masih muda dibandingkan guru-guru saya yang lain yang sudah berumur 50an ke atas. Guru saya ini masih sekitar 35an lah. Orangnya pintar, lucu, dan alim! Saya segera menjadikan mata pelajaran beliau sebagai pelajaran favorit saat itu! ^_^

Saya lalu menjadi kagum dengan beliau. *malu-malu*

Suatu hari di kelas, saya lupa tepatnya apa yang terjadi saat itu. Entah apa yang sedang dibicarakan di dalam kelas hingga akhirnya beliau mengeluarkan stetmen, “Saya suka sekali melihat perempuan berjilbab yang selalu memakai rok.”

Wuihiii…! Dan demi mendengar stetmen itu saya segera bertekad dalam hati untuk menggantungkan semua celana jeans saya dan mulai sering memakai rok bila keluar rumah. Hahahaha. Dasar ababiiillll!!!!!

Amat sangat tidak ikhlas niat saya. Bahkan belakangan niat yang sebenarnya itu menjadi terasa norak. Hahaha.

Tapi itulah. Tapi teman-teman bisa melihat, sampai saat ini saya masih setia dengan rok dan tidak pernah lagi membeli celana bepergian. Oh, ada! Ada! Saya waktu zaman SMP dan SMA tetap memakai celana training saat jam pelajaran sekolah. Hihiihihihihi

Oh iya, saya bukan mau sok alim gitu yah. Saya cuma mau memperlihatkan bahwa kalaupun niat awal kita untuk kebaikan itu tidak ikhlas yah, jalankan saja. Kalau sudah jadi kebiasaan, insya Allah ada Allah Swt yang menilai segalanya. ^^

2. Komputer dan Internet

Sebagai anak pingitan, ummm, bukan pingitan sekali sih. Cuma memang sejak kecil, saya tidak terlalu sering bermain dengan teman-teman di sekitar rumah. Hanya kadang-kadang saja. Mengapa hal itu terjadi? Itu karena saat kelas 2 SD, rumah saya kedatangan tamu baru. Komputer! Secara administratif sih itu punya Mbak Rini, kakak saya nomer satu. Cuman saya senang sekali dengan barang yang satu itu. Saya senang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengotak-atik si kompie. Eits, bukan komponennya yah. Program-programnya, tentu saja. Walau saya sendiri bahkan tidak tahu program-program itu untuk apa. Misalnya saja, saya suka membuka Corel Draw hanya karena ada logo apel-apel berwarna cerah saat pertama kali dibuka. Dan juga kita bisa membuat bentuk-bentuk lucu dengan warna-warna lucu sesuka hati (belakangan baru ketahuan kalo namanya brush).

Yah, saya menjalani otodidasi (bener gak sih ini istilah?) belajar komputer ini sendirian, walau kadang-kadang diajari sama Mbak Rini. Yah, lumayan lah. Saya jadi tahu yang namanya Ms. Word. Bisa ngetik-ngetik, pake clip art. Sempat belajar Power Point juga. Aha! Saya ingat waktu kelas 3 SD, saya membuat roster pelajaran dengan Power Point, mencetak lalu menjualnya kepada teman-teman sekelas, selembar seribu rupiah! Keuntungannya saya  gunakan untuk membeli bakso! Hahaha. Pertanyaannya, kenapa mesti di Power Point? -_-a

Dan… di SMP lah masa-masa pencerahannya. Selain karena ada pelajaran komputer di SMP, saya bertemu dengan teman-teman yang juga suka dengan komputer. ^_^

Dan segera saja saya pun menjadi salah satu anak kesayangan guru komputer di sekolah. Yang pintar komputer sih ada, teman-teman yang saya sebutkan tadi. Cuma karena saya yang satu-satunya perempuan di antara mereka, makanya bedaaa. Yeayy! Yeayy! #angkuh

Dan yang membanggakannya saya sempat mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Komputer se Sulawesi Selatan. Waktu kelas tiga. Kerennn!

Dan apakah saya menang, saudara-saudara?

Hahaha. Saya suka tertawa sendiri mengingat kejadian ini. Begini ceritanya. Di hari Olimpiade, saya dan teman-teman sudah berkumpul di SMAN 5 Makassar dan melihat begitu banyak siswa-siswa lain yang juga akan ikut Olimpiade. Mata pelajaran yang diolimpiadekan tentu saja bukan hanya komputer. Ada juga sebangsa matematika, fisika, kimia, biologi, dan astronomi (kalau tidak salah).

Waktu seleksi pun tiba. Masing-masing dari kami diarahkan menuju kelas masing-masing untuk menerima soal Olimpiade sesuai pelajaran masing-masing. Dan…. Wowowowowowow…. SAYA. Ya, S-A-Y-A sendiri peserta PEREMPUAN di kelas itu dan saya SATU-SATUnya anak SMP di kelas itu!!!!

Dan soal olimpiadenya adalahhhhh….

Adalahhhh….

Adalahhhh…..

PASCAL!

Gubrak! Saya seketika benar-benar merasa tidak mengerti alam semesta sama sekali. Hihihihihi.

Bagaimana caranya ngerti pascal? Lah wong kurikulum di sekolah itu belajarnya cuman MS.DOS dengan Lotus 123 dan Wordstarnya. Hihihihihi. Yang disketnya tipis dan bisa dimanfaatin jadi tatakan gelas! –“-

Dan tentu saja akhirnya saya tidak lolos seleksi. Bahkan nama sendiri pun mungkin salah tulis saking takjubnya dengan soal-soal pascal itu. Wuih. Sampai sekarang saja saya tidak tahu bahasa Pascal! ^_^

Tapi yah,  salah satu pengalaman tak terlupakan lah. Yang jelas selanjutnya bersama teman-teman saya itu pengetahuan komputer saya pun jadi meningkat. Kalo bahas komputer memang banyakan tuker-tukeran game, tapi kan kita belajar juga kok. Hihihi

Oh iya, dan yang berkesan itu adalah tentang internet. Kebetulan salah seorang dari teman saya itu sudah ada yang mumpuni di dunia maya ketimbang kami-kami yang lain. Dan waktu itu dia mengajak saya untuk segera belajar internet. Saya bilang saya mau, tapi tidak pede sendirian ke warnet (belum ada modem atau WiFi waktu itu). Lalu dia bilang dengan pelan, “Saya pi yang temani.”

Angin seketika freeze, beku, berhenti bertiup. Dedaunan tak bergoyang sedikit pun. Dan saya menahan napas. Dia bilang begitu??? Oke, sedikit catatan, saya waktu itu simpatik sama dia! Iyah, dia! hahahha

Tapi belum sempat saya mengatakan sesuatu dia langsung menambahkan, “Deh, bisapi itu.”

Yahhh…penonton kecewa! Hihihihihihihih

3. Harry Potter

Yah. Saya menjadi saksi cantik lahir dan boomingnya Harry Potter saat itu. Dan saya yang saat itu sudah suka baca novel entah kenapa tidak terlalu tertarik dengan Harry Potter. Saya lupa alasannya. Tapi sepertinya karena novelnya terlalu tebal. Mungkin juga karena saya saat itu tidak terlalu tertarik dengan cerita dunia sihir seperti itu.

Hingga pada suatu hari, ketika salah seorang sahabat saya ternyata sudah menjadi Pelahap Maut, eh, penggemar Harry Potter. Dia menawarkan kepada saya untuk ‘mencoba’ membaca novel karya J.K. Rowling itu. Awalnya saya ogah-ogahan tapi karena dia bercerita dengan penuh semangat, akhirnya saya pun mencobanya.

Dan…

Woww!!! Saya SUKA HARRY POTTER. Eh, bukan Harry-nya sih. Saya suka dengan tokoh DRACO MALFOY. Sosok yang menurut saya amat menawan dengan semua kesinisan yang dia punya. Eh, saya suka Malfoy atau Tom Felton yahh? -_-a

Pokoknya sampai sekarang saya suka dengan Harry Potter. Hidup Harry Potter!!!!

4. PUISI! ^_^

Sejak kapan saya menulis puisi? Sejak saya ‘jatuh cinta’. Kapan pertama kali saya ‘jatuh cinta’? Ya, di sekolah menengah pertama ini! *huhuy*

Dan dulu saya benar-benar tidak tahu membuat puisi. Bahkan puisi untuk tugas sekolah pun saya tidak mampu.

Saya ingat waktu itu ada tugas membuat puisi, tugas di tempat. Saya yang saat itu diketahui sangat menggemari pelajaran Bahasa Indonesia  menjadi begitu frustrasi. Saya bahkan tidak bisa membuat beberapa baris pun! Sepertinya otak saya membeku. Saya tidak tahu merangkai kata! Argh! Belum pernah saya merasa sesak seperti itu. >_<

Padahal temanya waktu itu adalah ‘pahlawan’. Hahaha. Saya benar-benar pusing dan mengaggap bahwa menulis puisi sama sulitnya dengan mengerjakan soal-soal fisika yang rumit dan matematika yang njelimet.

Tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Hihihihi

Beberapa saat setelahnya saya jatuh cinta!

Ya, saya jatuh cinta!

Dan entah bagaimana awalnya saya kemudian mulai membuat-buat puisi untuk dia. Yah, puisi-puisi dengan diksi yang amat sangat norak. Haha. Sayang sekali saya tidak sempat mengabadikan puisi-puisi generasi pertama saya itu. Tapi tak usah jugalah. Nanti kalian muntah kalau membacanya. Hihihihihi.

Dan sampai saat ini, ketika saya sudah berkali-kali jatuh cinta lagi, puisi-puisi saya masih begitu-begitu juga. Lebay dan norak. ^_^

5. Aubade

Ini adalah salah satu pengalaman yang berkesan saat SMP dulu. Saat itu saya sudah kelas 3 SMP. Guru matematika saya, namanya Ibu… aduhh…kenapa saya bisa lupa? Ibu Yuli, apa? Atau Ibu Paulin? Siapa yah? Aduh, saya benar-benar merasa durhaka kalau seperti ini. >_<

Tapi yah, skip dulu lah urusan mengingat nama ibu guru tersayang saya itu. Yang jelas waktu itu, pada suatu hari, beliau menawarkan kepada kami murid-muridnya untuk menjadi anggota aubade untuk kompetisi antar SMP se-Makassar. Dan saya sebagai insan muda penuh semangat yang suka menyanyi dan menari (loh) tentu saja menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya segera mengacungkan tangan tinggi-tinggi.

“Saya, Bu! Saya!”

Dan jadilah pada suatu hari kami dikumpulkan pada suatu hari di suatu kelas untuk latihan aubade. Cukup ramai. Kami dibagi ke dalam tiga kelompok suara. Alto, sopran, dan tenor.

Saya suka sekali saat-saat latihan berlangsung. Selain, karena menyukai latihannya, saya juga suka karena saya bisa merayu guru saya itu untuk menggunakan jam pelajaran FISIKA untuk latihan. Jadi, sebulan itu saya sangat jarang masuk belajar kalau jam FISIKA berlangsung. Yeahh! Yeahh! Yeaahh!!! /

Hari terus berlanjut. Entah pada dari hari keberapa latihan, ibu guru meminta salah seorang dari kami untuk menjadi dirijen. Dan tentu saja tanpa pikir panjang, seperti biasa, saya segera mengacungkan tangan! Sesuatu! :p

Hari perlombaan.

Saat itu lokasinya di SMP 5, pukul dua siang. Sekolah kami mendapat giliran pertama. Wuihii. Selesai berdoa saya segera mengajak teman-teman untuk naik ke panggung dan memulai kompetisi.

Ugh, poin nomer lima ini garing yah? Saya tidak tahu bagaimana menuliskan sehingga poin nomer lima ini menjadi ‘sesuatu’. -_-“

“Duu…du… dudu Maaaaammiiiiiiriiiiiiii…. Maaaamiiiiiriiiiiii….”

Sebuah pembukaan lagu Anging Mammiri yang apik. Saya yang saat itu hanya menggerak-gerakkan tangan dalam ketukan 4/4 tiba-tiba merinding! Entah kenapa suaranya menjadi syahdu seperti itu. Seperti bernyawa. Dan saya melanjutnya sisa lagunya dengan penuh penghayatan. *terharu*

Dan saat penilaian…

Saya belum kasih tahu ya? Pesertanya cuma dua. Sekolah saya dan sekolah tuan rumah. -_-a

Yahh… mau diapa. Mungkin peserta lain sudah mundur duluan demi melihat sekolah kami ada di daftar peserta. Hihihihihi.

*dilempar batu gunung

Yah, karena peserta cuma dua, hasil lomba akan diumumkan hari itu juga. Wahh, saya sempat gugup walau sebenarnya amat puas dengan performansi barusan. Ini pertama kali saya ikut lomba tim seperti ini. Hufttt

And the winner is….

SEKOLAH SAAAYAAAA…!!!!!!

Iya, sekolah sayaaaa….!!!

IYAHHHH…!!!! Sekolahh sayaahhhhh……!!!

 

Begitulah, teman-teman, kisah kasih saya selama berada di sekolah itu. Sebenarnya sih masih banyak. Tapi jangan, ah. Terlalu indah untuk dibagi. Hahahahaha.

Cukup saya, Allah Swt, dan dia yang tahu! Hahahahaha. *disambit

Yang jelas masa-masa SMP buat saya adalah masa-masa di mana saya benar-benar menemukan bakat dan minat saya. Juga mengembangkannya walaupun sedikit-sedikit.

Dan, ahh, boleh saya bercerita sedikit lagi? Saya pernah suatu hari diajak oleh guru saya untuk ikut lomba pidato. Katanya siang nanti guru saya itu akan melihat naskah pidato saya. Artinya saya harus menyelesaikannya saat itu juga. Nah loh. Saya yang saat itu dalam perjalanan menuju kantin sempat bingung. Apa mau kembali ke kelas membuat naskah pidato atau mengikuti kata hati menuju kantin.

Follow your heart…

Dan saya memilih ke kantin. Dan setelahnya saya LUPA kalau saya disuruh membuat naskah pidato. ~_~

Beberapa jam kemudian, jam terakhir pelajaran sekolah. Guru saya yang tadi itu masuk dan dengan sukses mengejutkan saya.

NASKAH PIDATO!!!!O_o

“Ayo ikut Bapak!”

“Ke mana, Pak?”

“Jurinya sudah ada di ruang guru.”

WHATTT?????? O_O

Oh my GOD!!!!

TIDAK!!!!

Katanya tadi cuman kumpul naskah. Kenapa lombanya malah hari ini sihh????

Selama perjalanan ke ruang guru yang saya lakukan sudah misuh-misuh, menggerutu dalam hati. Siapa yang tidak kaget coba? Mana saya belum punya naskah sedkit pun… Ughhh.. >_<

Ruang Guru. Di dalam saya sudah melihat beberapa teman saya. Ada sekitar, umm, tujuh sampai delapan orang. Eh, atau enam sampai tujuh orang? Saya lupa. Karena fokus utama saya saat itu hanyalah membuat naskah pidato secepat mungkin. Tidak usah peduli hasilnya bagus atau tidak. Yang jelas ada pedang yang bisa digunakan untuk menebas saat ini. Ini perang! Kamu harus tahu itu!

~_~

Saya mendapat giliran awal-awal. Aduhai, saya gugup! Tapi untung saja darah entertainer mengalir deras di dalam tubuh saya (thanks to Mom and Dad :p). Ada pertunjukan yang harus saya taklukkan siang ini. Saya harus sadar akan hal itu. *lebay*

Dan hasilnya adalah……

Naskah pidato yang dibuat di tempat itu  akhirnya dapat JUARA 3! Ahayyy! Saya tidak menyangka. Hihihihi. Lumayan. Saya ingat hadiahnya saat itu adalah duit tunai 200ribu. Wuihiiii… sebagai anak sekolahan yang belum punya gaji dan terlanjur terbiasa hidup sederhana, buat saya hari itu SESUATU BANGET! Alhamdulillah, yahh…  ^_^

Dan sepulang sekolah saya lalu pergi bersama teman-teman untuk makan bakso di dekat sekolah. Ada dia juga! Preettt!!! Ngeekkk!!!! Hahahahahahha

Sudah, ah. Semakin lama cerita saya akan semakin banyak dan tidak jelas. Nanti teman-teman bosan lagi baca cerita saya. Nanti lama-lama cerita tentang ‘dia’ saya keluarkan, lagi. Syukur kalau dia tidak membaca tulisan saya ini. Kalau iya gimana? Dia kan sekarang sudah punya pacar! :p

Ya sudah. Sekian dan terima kasih. Kalau ada kekurang yang silakan di komen. Kalau ada yang mau ajak saya lomba pidato dan aubade ya monggo. Saya masih punya tenaga super buat semua itu. Hihihihi

Dan karena peraturan terakhir dari PR ini adalah saya harus mewariskannya kepada orang lain lagi, maka dengan bangga saya menganugerahkan Tulisan Berantai : PR SMP! Ini kepadaaaa…

  1. Samuri Chan
  2. Nunung
  3. Intan (balas dendam :p)
  4. Awa
  5. Daeng Oprek
  6. Kak Yuni
  7. kHiee
  8. Mala
  9. cHa
  10. Kak Tem
  11. Bimoindro

*diselesaikan dengan tidak jelas

Makassar, 9 Desember 2011

12 thoughts on “Tulisan Berantai : PR SMP!

  1. hahahahahahaha =)) asli mi.. asli mi…

    mulai ma menilai saja naaahhh

    1. MasyaAllah🙂 top top top tapi tapi ababil ababil =)) xixixixixi
    2. Deh, bisapi itu! ahahahahaha, kacau na kasian.. berharap mi lagi
    3. eh malfoy? botak ciles sok itu? ahahaha, bercanda :p ambil mi
    4. begitu tohh,… jatuh cintanya kenapa? karena apa?
    5. hahahahaha =)) 2 orang ji eh sekolah… baaaa =)) menang iyaaa…

    naskah pidato =)) entertainer =)) juara 3
    wa wa wa wa wa ^^ super sekali kandaaaaaaa

    dia dia dia dia dia dia dia
    na lajju dia =))

    ahahahahahaha

    ohh diaaaaa

    hahahahaha
    nda jelasku

    sudah mi deh

    saatnya penilaian

    nilai :
    1 0 0

    alasan :
    dia

    tertanda,
    bu guru

  2. Saya inget waktu SMP dulu pernah juga kelas saya dipanggil ikut aubade waktu perayaan hari… hmmm…. hari apa ya? Pokoknya beberapa SMP dipanggil untuk paduan suara. Saya paling ingat itu karena kelas2 lain di sekolah saya masih tetap sekolah seperti biasa, hanya kelas saya aja yang habis paduan suara itu langsung boleh pulang ke rumah masing2.😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s