Uncategorized

Burger Sepuluh Ribu!

Di Balik Burger Sepuluhribu!

Siang itu aku ke kampus sekitar pukul 11. Karena yakin seyakin-yakinnya bahwa setiba di kampus nanti teman-temanku sudah pada makan siang semua, maka aku berinisiatif membeli burger di dekat rumahku. Burger ayam, harganya sepuluh ribu.

*sampai di kampus

Di laboratorium LSKI itu ada teman-temanku tersayang. Namanya Nunung, Tika, Atti dan Danang. Ada juga si Ijah. Tapi beliau itu dunianya suka lain dengan kami-kami.πŸ˜€

Sorri Ijooonggg…. mmuuacchh…πŸ˜€

dan… Demi melihat mereka aku langsung berseru.

β€œSudah makan siang, teman-teman?” Mereka mengangguk mengiyakan. Aku tersenyum senang.

β€œKalau begitu, Emon makan siang dulu yahh… β€œkataku sambil tersenyum pernuh arti

Yang lain menoleh, menerka apa yang kubawa.

β€œBatagor?”ada yang bertanya. Aku menggeleng dan mengeluarkan isi tasku dengan sangat didramatisir.

Tadaaa!!!! Burger ayam!!!

Belum sempat teman-temanku itu berkomentar dan meminta, aku langsung berseru.

β€œIni makan siangku yahhh….!” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa kejujuran adalah > TIDAK BOLEH DIMINTA!πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Teman-temanku itu langsung melenguh dan kembali ke laptop masing-masing. Tika bahkan bilang, β€œJangan makan di sini pale! Harum sekali baunya…β€πŸ˜€

Yah, tapi entah kenapa hari itu aku merasa ingin jahil dan tetap di situ, duduk, sambil menghabiskan burgerku yang enak. Hihihihi. #durhaka

***

Cerita burger ini pun berlalu begitu saja. Kami pun melanjutkan hari dengan bahagia.

Ya, bahagia, hingga tibalah hari itu. Hari yang mengubah segalanya. Kebahagiaan itu berubah jadi kesakitan, erangan yang tidak sampai membahana tapi sanggup menyayat hati. #lebay

Ya, si Emon sakit.

Sakit yang bisa menulari siapa saja termasuk Anda!

*sedikit menunduk *mata menatap tajam ke depan *suara dalam nyaris mendesis

Yah, sakit ini sebenarnya sudah berlangsung sekitar sepekan sebelum si Emon menyadari kalau dirinya sakit!

Jadi, apa hikmah dari semua ini?

Just wanna say… untung waktu itu Emon pelit sepelit-pelitnya sampai tidak mau membagi burger ayam harga sepuluh ribu itu! Coba kalau Emon bagi-bagi ke mereka. Ya, bisa saja mereka ketularan kan? Nanti mereka bisa ikut-ikut sakit juga, kan? Jadi si Emon sebenarnya baik, kan? Bukan pelit, kan?πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Makassar, 20102011

6 thoughts on “Burger Sepuluh Ribu!

  1. Salam.
    Setiap saya buka blog ini, pasti dalam keadaan lapar, belum bergeser sih gambar burgernya, tapi bisa teratasi karena depan rumah aku ada penjual sari laut, jadi bisa lupain burger..
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s