.::bisikan kalbu::. · harihariku

Apa Kabar Tugas Akhir [5]

Kepadamu teman perjuanganku, teman hidupku.

Waktu itu hari Kamis, enam bulan yang lalu. Kau dan aku maju di hadapan para dosen kita di kampus merah hitam itu dan berbicara sana-sini, menjawab sana-sini. Hahaha. Aku ingat kernyitan di dahimu saat aku bahkan salah menyebut kepanjangan dari calon cinta kasih kita. Adaptive menjadi artificial. Untung kau meluruskannya waktu itu. Dan para dosen itu mungkin tidak sadar. Kita bahkan tidak tahu tantangan apa yang akan kita hadapi.

Kita tidak tahu betapa ‘sesuatu’nya judul skripsi yang kita ambil. Kurang lebih : Prediksi curah hujan dengan metode ANFIS. Ahh, ANFIS. Namanya indah, ya?

Waktu-waktu selanjutnya berlalu tanpa gejolak apa-apa, kecuali erangan-erangan kita saat jalan buntu menghadang di segala penjuru. Ya, jalan buntu di semua arah kecuali satu, jalan mundur. Dan tentu saja bukan jalan itu yang akan kita pilih bukan?

Kau ingat? Menjelejahi dunia maya untuk mencari secercah petunjuk, mencari referensi hingga ke kampus-kampus yang katanya terbaik se Indonesia, tapi toh tetap saja tidak ada petunjuk. Bahkan seorang teman yang kita minta-tolongi mengatai kita, apa? Umm..PLAGIAT! Hahaha. Baru berniat saja kita sudah dikatai seperti itu.

Lalu ada yang sudah pegang gelar dan jelas-jelas plagiat kenapa tidak kau caci mereka seperti itu? Huh! Astaghfirullah…. Maafkan aku, ya Allah… X-(

Yang jelas kita juga sudah berusaha. Mencari teman-teman baru yang mungkin bisa membantu. Sampai menghubungi librarian salah satu universitas ternama se Indonesia pun sudah kita lakukan. Dan berhasil. Beliau membalas pesanku walau jawabannya adalah, “Maaf, Nak. Ibu sudah pensiun!” ^____^;

Atau seorang dosen di universitas ternama yang lain yang dengan entengnya bilang, “Ketik ‘anfisedit’ di command window!”. Sudah, begitu saja. Hahaha

Atau kau ingat di sebuat sore yang teduh di UNM. Saat kita mencoba masuk ke perpustakaan anak Fisika tapi tak berhasil? Kita lalu duduk berdua di tempat parkir dan tidak berbuat apa-apa. Kau mengupdate status di facebook dan aku…menggunting kuku!

Setelah itu kita sholat di mesjid dan bertemu dengan orang gila yang memamerkan p*an*atnya! Hahahaha.

***

Waktu kembali berjalan. Lalu kita berkenalan dengan pemuda yang tampaknya sangat shaleh. Kau pun jatuh cinta, menikah dengannya, dan hidup bahagia! Hahaha

Tidak lah, maaf aku sering membercandaimu, kawan. Pemuda yang kita panggil kakak itu lalu mencoba menolong tim kita. Kita berdua dan teman-teman yang lain.

Sayangnya, mereka semua terbantu kecuali kita. Punya kita sepertinya begitu spesial sehingga sangat jarang yang mengetahuinya.

Kau, masih sabar, kan?

***

Waktu terus berlari, sementara kita yang memakai rok panjang hanya bisa berjalan cepat bahkan terkadang melompat-lompat. Tapi tetap saja tidak bisa menjejerinya, sang waktu.

Aku melihat tatapanmu yang lelah. Aku menyadari tatapanmu yang serasa ngeri ‘melihat’ku. Seperti ketika melihatku, kau lalu teringat semua kebuntuan yang harus kau alami.

Kau makan hati? Iya. Aku tahu kesannya aku selalu main-main. Ya kulakukan banyak tertawa. Hehehe. Kau tahu aku lah… ^_^;

Maaf, yah, membuat hatimu susah! :-*

***

Dan tibalah di suatu masa. Dua tim lain ternyata punya kasus yang sama dengan kita. Aku bernapas lega. Kau juga. Tampaknya ada sinar harapan lagi di matamu yang indah itu. Setidaknya, kita punya teman sekarang. Tidak sendiri seperti dulu lagi. ^^

Dan kau tahu? Beberapa waktu setelahnya kita menemukan sebuah solusi. Solusi yang melegakan. Listing programnya!! /

Kita lalu mencoba. Mencoba dan bertanya. Tidak lupa jalan-jalan dan jajan sana-sini. ^^

Dan hey…tampaknya kali ini doa-doa untuk kita mulai terjawab satu-satu. Mudah-mudahan akan terus seperti ini. Mudah-mudahan episode yang ini cepat selesai.

Kau mengangguk mantap penuh semangat. Walau sesekali terdengar teriakannmu padaku, ketika aku selalu saja salah membuat data-data normalisasi. :p

***

Kiti tidak pernah benar-benar bisa memprediksi sesuatu dengan tepat. Entah itu memprediksi curah hujan, dan juga memprediksi hari esok. Ya, cerita kita kemudian tidak kusangka sama sekali.

Tadinya kita pikir klimaks dari cerita kita sudah lewat. Hehehe. Ternyata belum. Kau tentunya tahu, listing program kita belum bisa memprediksi, sayangku! >_< Kau berteriak. Capek. Dan aku mengeluh, depresi. -_-;

Para tetua yang kita harapkan. Ewhh, sebagian sibuk, sebagiannya lagi sibuk, dan sisanya hanya tertawa waktu aku curhat tentang masalah kita. Dia berkata sambil tertawa, “Terus, setelah itu apa?” Aku mengernyit heran. Ehh? Dan -dengan pura-pura tidak mengerti dunia padahal cemberut dalam hati- aku cuma berkata, “Tidak, Suhu! Saya cuma mau curhat.” >_<

Dan kupikir rintangan kita cuma berjudul itu saja.

Sekali lagi, siapa yang bisa menebak hari esok? ^^;

Dan di hari ini, di tengah saturasimu dengan ‘proyek’ kita, aku masih harus menjadi cobaan buatmu, manisku. Aku tidak bisa membantumu sepenuhnya. Aku tidak bisa berada di sisimu di saat-saat yang menentukan dan penting seperti ini. Aku mau, tapi tidak bisa. Maafkan aku. Aku masih harus terasing di sini, jauh darimu.

Kalau saja kau tahu betapa sesaknya aku melihat kenyataan yang satu ini. Melihatmu tertempa badai matahari dan remukan dinginnya hujan paling dingin, sementara aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa meratapimu dan sesekali tanpa sadar menyalahkan takdir yang sedang menimpaku. Ughhhh.

Seharusnya seperti cerita-cerita, di saat genting seperti inilah turun pertolongan langit. Aku percaya itu dan berharap akan segera terjadi. Aamiinn.

Kasihku, kau jangan memaksakan diri terlalu jauh, ya! Kau pikir juga dirimu.

Dan… kau butuh apa untuk bisa memaafkan aku? Lalu membentangkan kedua tanganmu menyambutku kalau-kalau aku nanti kembali?

Kau boleh marah tapi tidak boleh membenciku. Itu sama saja dengan membunuhku.

Ummm. Apa lagi yang ingin kukatakan padamu, manisku?

Katamu besok kau akan pergi mencari peruntungan yang lain. Mudah-mudahan kau, kita mendapatkan petunjuk. Sebuah pertolongan dari langit. Aamiin.

Oh iya, jangan lupa kabari aku. ^_^

*dibuat dengan penuh kelebayan

*baik dibaca oleh orang yang sedang butuh muntah

Makassar, 16 Oktober 2011

4 thoughts on “Apa Kabar Tugas Akhir [5]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s