harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Cerita Lain Tentang Cemburu

Mulai sekarang jalan sendiri-sendiri saja!

I read that line at one of my bestfriend’s status on facebook. Heh??? Saya kaget. Ada apa gerangan? Dia putus kahhh?

Karena itu sebagai sahabat yang baik saya pun memaksa dirinya untuk menceritakan kejadian yang sebenanrnya. (kakunyooo bahasanyooo.. ~_~)

Sebuah sms dari dia datang. Isinya hanya sekitar  empat  kalimat. Empat kalimat yang membuat saya terkekeh. Mebaca sms itu seperti bercermin di air laut. #loh

Jadi ceritanya seperti ini. Si lelaki meng-add ‘bekas’nya…

Bekas? Terlalu sarkas kah? Yah, menurut saya mengatakan ‘mantan’ itu terlalu halus, terlalu banyak ameliorasinya. Hihihihihi. Wah..wah..bisa-bisa saya digebukin sama orang-orang penganut mazhab pacaran yahh? #ngacir

Oke lanjut…

Sampai di mana tadi? Tentang ‘add’ yah? Oke. Jadi ceritanya si lelaki meng-add mantan pacarnya yang dahulu di Blackbe**y-nya.

Dan apa yang terjadi?

Sebenarnya sih biasa saja. Karena sahabat perempuan saya itu kemudian bertanya kepada si lelaki, “Kenapa add dia di BB?”

Si lelaki menjadi heran.

“Kenapa bertanya seperti itu?”tanyanya.

“Memangnya kenapa kalau bertanya seperti itu?”sahabat perempuan saya balik bertanya.

“Kamu bikin jengkel! Saya berteman dengan orang lain, kamu marah-marah. Saya tidak mau berteman dengan orang lain, kamu protes”kata si lelaki. Kesal.

Dan… BANG!!!

Marahlah sahabat perempuan saya. Dia tersinggung berat dan kemudian muncullah status ‘sendiri-sendiri’ itu.😀

Saya membalas pesan itu dengan tawa. Ya, memang lucu. Salah satu hal yang tiba-tiba membuat perempuan terlembut menjadi mengerikan adalah > cemburu!

Ya. Sahabat perempuan saya pastilah tengah cemburu. Terusik hatinya. Memang tidak ada malasah si lelaki mau meng-add siapa atau berteman dengan siapa. Sungguh, tidak ada masalah. Tapi, yah, bagaimana cara saya menjelaskannya? Hihihihihi

Rasa kepemilikan yang tinggi dan ketakutan berlebihan adalah pemicunya. Apalagi ada embel-embel bekas, eh, mantan! Haha

What a jealous!😀

Tapi… (mumpung saya lagi logis) sepertinya tidak seharusnya meletakkan cemburu kepada seseorang yang sebenarnya ‘belum’ jadi milik kita. Tapi yah, kadang-kadang rasa itu memang datang tak terkendali. Out of control! ~_~

Saya sih sebagai penderita sindrom cemburu berlebihan tidak punya kiat khusus menghindari cemburu, kecuali segera pergi dari tempat-tempat yang membuat cemburu dan sebisa mungkin menghindari orang-orang yang membuat cemburu.

Bukan. Bukan sok ngambeg. Daripada kalo mau bicara yang keluar api, gimana? Hehehehehe

Dan sodara-sodara. Sayang sekali saya tidak bisa melanjutkan cerita ini karena sms terakhir saya belum dibalas-balas sampai sekarang.

SAYA PALING TIDAK SUKA KALAU SMS SAYA TIDAK DIBALAS!

Eits, hehe, ini bukan buat sahabat perempuan saya. Ini buat seseorang yang lain. Numpang curcol lah yaaaa…. Hihihihi

Baiklah. Kalau sahabat perempuan saya membaca ini, dia harus tahu that I love her so much and now I miss her like crazy . Yah, bukan jarak yang memisahkan kita tapi kesibukan-kesibukan yang sepertinya tidak semuanya penting, Hehehe

Semoga cerita dia berakhir bahagia. Dan semoga sms saya segera di balas…

Selamat petang, semua! ^_^

Makasar, 6 September 2011

2 thoughts on “Cerita Lain Tentang Cemburu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s