cerita pendek · Setangkup Roti Cokelat

Lambung

Ini bulan Ramadhan. Tolong jaga lambung Anda! ^___^

Akhir-akhir ini ‘lambung’ menjadi topik yang hangat diperbincangkan ketika berkumpul dengan teman-teman perempuan saya. Entah itu di laboratorium Multimedia, di depan laboratorium Elda, di mushollah, dan di mana saja yang jelas sudah ada dua atau lebih anggota kelompok yang sedang bersama.

Lambung ini bukan sekedar organ pencernaan. Lebih dari itu, lambung juga lambang atau simbol eksistensi dan indikator ke’pejuang’an seseorang. #ngasal

Sebagai contoh, sebut saja namanya Mawar. Setelah ditinggal kekasihnya si siluman jangkrik yang kemarin menyamar kadi Kumbang, si Mawar menjadi hilang keseimbangan jiwanya.

Jika di hari Senin dia hobinya duduk termenung di sudut yang gelap namun penuh dengung, maka di hari Selasa dia akan berkeliaran di jalan raya. Untuk apakah gerangan? Yah, sekedar ngamen, berkostumkan sarung lusuh dan sendal jepit cap sw*llow butut untuk minta-minta recehan, atau sekedar memalak.

Jika di hari Rabu dia I’tikaf di mesjid (sok), maka di hari Kamis dia mengajak kawan-kawannya untuk karokean di sebuah tempat karaoke di bilangan jalan nu*antara.

***

Alhamdulillah, yah! [Syah*ini tagline]

Iya, benar. Alhamdulillah. Karena akhirnya teman-teman si mawar mulai merasakan ketidakberesan teman mereka yang sama-sama di bina akrab ini. Mereka pun berembuk mencari solusi apa yang akan mereka eksekusi untuk Mawar yang saat itu sedang duduk di depan komputer sambil ketawa-ketawa. Padahal komputernya mati! ~_~

Melati beri saran. Katanya si Mawar harus ditangani oleh yang berwajib. Berwajib menangani orang gila, maksudnya. Rumah sakit DADI? Lili Liar bertanya. Tapi lalu si Alang-alang menolak mentah-mentah. Alasannya karena biaya rumah sakit pasti mahal.

Akhirnya si Oriza Sativa memberi usul > carikan dia kumbang beneran! Bukan jangkrik yang pura-pura jadi kumbang. Dasar jangkrik BUSUKKKK!!!!! ~_~

Nah, loh. Astaghfirullah. Kan lagi puasa… huft

Oke. Lanjut. Jadi kemudian sarannya Oriza pun disetujui. Tapi kemudian timbul pertanyaan, siapakah gerangan si kumbang itu? Di mana mereka akan menemukannya?

Aku mau diaaaaaaa!!!!!

Semua kaget ketika si Mawar tiba-tiba teriak. Dan si Mawar sekarang malah nyengir-nyengir macan sambil peluk-peluk monitor. Duh, Gusti… kasihan ayah dan ibunya kalau melihat putri semata wayangnya seperti ini.

Tiba-tiba Anyelir mengeluarkan selembar foto dari dompetnya. Anyelir lalu berdiri dan mendekati Mawar yang sedang memperlakukan keyboard qwerty seperti grand piano.

Yang lain menahan napas. Menduga-duga kejadian selanjutnya.

Tapp!!!! Jidat si Mawar ditepok dengan dahsyat oleh Anyelir. Mawar tersentak bukan kepalang. Yang lain menjerit kecil.

Dengan sebuah seringai, Anyelir melepaskan tangannya dari jidat Mawar. Mawar terdiam membeku. Seperti vampir Cina yang kena kertas jimat warna kuning yang dulu sering masuk tivi. Ituuh, zaman-zaman kita masih SD. Di RCTI, tiap sabtu jam sepuluhan. Inget, gak?

Tapi ternyata sodara-sodara, si Mawar bukan vampir Cina. Buktinya doi akhirnya menggerakkan tangannya mengambil foto yang tertempel di jidatnya dan memperhatikannya dengan seksama.

Aaaahhhhhhh. Si Mawar lalu sedikit mendesah demi melihat foto itu. Teman-temannya yang lain penasaran dan mengerubuti foto itu.

Foto itu foto Radhan, kakak Anyelir.

***

Mulai saat itu, Radhan pun –secara sepihak- diklaim sebagai kumbang untuk Mawar. Si Mawar girang, Anyelir sesak napas, dan teman-teman yang lain muntah.

Radhan untuk Mawar. Hahay! Padahal kita sama-sama tahu kalau Radhan tidak tahu apa-apa tentang hal ini. Kenal Mawar saja tidak. Inilah yang mungkin dikatakan fase ketiga dari penyembuhan patah hati > GILA. ~_~

***

Siapa yang tahu? Ternyata penggemar Radhan juga banyak. Oriza Sativa dan Putih-putih Melati.

bersambung

2 thoughts on “Lambung

  1. nda mengerka,, hahaha,,,
    Lambung kiri dan kanan ini kah yg dimaksud?
    trus si Radhan itu bukan kakakknya salah seorang temanta’?
    nah, bukanji ini Mawar berduri yg diceritakan toh? @_@

    1. hahahaha…

      tema ceritanya memang ‘nyata’ yang lambung kiri lambung kanan itu…
      tapi selanjutnya semua cuman fiksi…
      dan radhan itu tidak pakai kaca mata… ^_~

      eits, mawar hitam? haha
      ndak lahhh…
      sapa itu mawar hitam na?
      temanmu iyo?
      hihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s