.::bisikan kalbu::. · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Perempuan yang Mengerikan!

“Ededeh! Ngapami! Nda begitu sekaliji! Siapa mau ambil lelakimu kahhh?”

Aku yang baru saja masuk ke rumah itu jadi terkejut. Loh, ada apa ini? Aku membatin dengan penuh rasa ingin tahu.

“Ndak usahmi deh! Kita coba kerja sendiri saja!”

Gerutuan baru pun muncul. Kupandangi wajah teman-temanku satu-per-satu. Sebagian mengernyitkan dahi, sebagian berwajah kesal, dan sebagian terkikik lucu. Hmm…

“Kenapakah? Siapa yang dibicarai ine?”akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Itue kekasih hatinya si Kumbang!”jawab seorang teman sambil menggerutu. Oh iya, namanya tentu saja bukan Kumbang. Demi menjaga privasi, nama terpaksa disamarkan.

***

Jadi seperti ini ceritanya. Teman kami si kumbang adalah salah satu teman yang pintar, eh, sepertinya “pintar sekali”. Kami sering meminta bantuannya untuk tugas-tugas yang susah penyelesaiannya.

Seperti hari ini. Kami sudah berkumpul di rumah seorang teman di daerah tengah kota Makassar untuk mengerjakan tugas. Sayangnya tugas itu susah. Entah memang susah atau kami yang malas berusaha. Hahahaha

Kemudian seseorang pun mengambil inisiatif untuk menghubungi kawan kami, si Kumbang, untuk menanyakan apakah tugasnya sudah selesai apa belum. Kalau sudah, salah seorang dari kami akan dijadikan utusan untuk meng-copy– tugas itu. Ckckckck, beginilah kondisi tragis pelajar masa kini. ~_~

“Siapa yang mau telepon?”seseorang bertanya.

“Ini pake pulsaku…”seseorang yang lain menawarkan pulsa.

“Sini pale saya yang telepon!”seseorang yang teridentifikasi sebagai pemilik rumah menawarkan diri.

Tuut…tut…. Tut… tut…. Nada sambung terdengar.

“Halo!” jawab seseorang di seberang sana. Suara perempuan.

“Weh! Pacarnya yang angkat! Bagaimana mi ini?”tanya temanku itu sedikit panik dan berbicara sambil berbisik. Pacar si kumbang memang terkenal ‘ganas’.

Teman-teman lain yang ada di situ terkikik geli sambil menggeleng dan sama sekali tidak memberikan solusi. Temanku yang menelpon pun seperti kehilangan suara. Sementara suara perempuan di seberang telepon mulai mengerikan.

“Halo!!! HALO!!! HALOO!!!! SIAPA INI KAHHH???”suara di seberang semakin tidak bersahabat.

Klik. Tuutttt…Tuuttt…. Temanku memilih untuk memutuskan telepon saat itu juga.

Suasana sedikit berubah tegang. Yang baru saja menelpon tampak sedikit shock. ^^

“Kita coba telepon lima menit lagi.”kata seorang teman memberi solusi. Yang lain cuma mengangguk.

Lima menit kemudian. Kali ini kami mengutus teman kami yang lelaki untuk menelpon.

Tuutt… Tuutt… Nada panggil.

Klik.

“Halo?”telepon dijawab. Aha! Yang mengangkat si kumbang sendiri!

Jadilah temanku itu curhat tentang betapa sulitnya tugas kuliah kali ini. Juga betapa teman-teman sudah bersusah-payah mencoba menyelesaikannya tapi tidak berhasil. Percakapan pun diakhiri dengan permohonan penyalinan tugas si Kumbang. Si kumbang katanya mengiyakan. Kami bersorak senang. Yeeii!!!!

“Eh, tunggu dulu!”kata teman lelakiku yang menelpon tadi. Kami yang masih bersorak senang jadi diam. Kenapa?

“Tadi waktuku bicara, ada suaranya itu si Kembang marah-marah.”katanya. Nama pacar si Kumbang kami rahasiakan. Hihihihi

“Apa si Kembang bilang?”

Temanku itu lalu mempraktekkan gaya bicara si Kembang.

“Kasih tahu itu temanmu! Lain kali kalo menelpon BICARA! Jangan DIAM-DIAM SAJA!!!”katanya dengan mimik kejam dan intonasi seram. Kami bergidik. Sebegitunya!

Ya. Sebegitunya.

Di lain kesempatan kami mendengar cerita-cerita yang ‘ganas’ tentang pasangan itu. Misalnya telepon seluler si Kumbang yang dikuasai oleh si Kembang. Kemudian, misalnya jika bertemu atau berpapasan di pusat-pusat perbelanjaan maka si Kumbang hanya menyapa teman-temannya dengan sangat-sangat-sangat standar dan bergegas mengejar si Kembang yang tidak memedulikan teman-teman si Kumbang.

Sadis? Menurutku ganas! Hihihihhi. Bisa-bisanya si Kumbang bertahan dan rela-rela saja dijajah oleh si Kembang! ~_~

Hampir dari kami semua tidak suka kepada si Kembang yang menurut kami terlalu kelewatan. Kami bahkan memberi julukan si Kembang dengan sebuah nama lucu. Plesetan dari namanya. Sudahlah, tak mau aku tulis di sini. ^__^

Begitulah ikatan batin yang terjadi antara kami dan si Kembang. Begitu terus hingga pada suatu hari temanku bercerita.

“Weh, ko tau tidak? Se tanya-tanya sama anak F* tentang si Kembang. Ko tau, itu bede Kembang kalo di teman-temannya baaeeekkk sekaaaliii….!”katanya dengan penuh semangat.

Aku yang mendengar jadi heran? Masa’ sih? Baik ‘sekali’? Terus kenapa kalau sama kami –teman-teman si Kumbang- dia jadi seperti itu.

“Terus kenapa kalo sama kita dia begitu, diy?”tanya temanku itu seolah membaca pikiranku.

Aku tersenyum simpul. Tiba-tiba aku teringat dengan percakapan dengan seseorang. Emon, katanya kamu mengerikan kalo begitu! Dia TIDAK SUKA! Begitu kata seorang teman padaku. Aku jadi terkikik.

“Kenapako, Mon?”tanyanya. Emon –Doraemon- itu nama panggilanku di teman-teman akrab di kampus.

“Tidak jie. Ada tiba-tiba se ingat.”kataku.

“Beginie, artinya toh, itu si Kembang sebenarnya baek jie.”kataku lagi.

“Cuman dia terlalu sayang sama si Kumbang, makanya bersikap seperti itu!”temanku menambahkan. Temanku yang bicara ini adalah teman perempuanku yang dulu menelpon si Kumbang untuk menanyakan tugas.

Aku mengangguk.

“Tapi kan tidak baik kayak begitu!”katanya lagi.

Aku mengangguk lagi. “Sepakat, Sistah!”

“Sepertinya di situ mi kekurangannya tawwa. Perasaannya Kembang tidak salah, hanya reaksinya yang tidak tepat.”tambahku lagi.

“Alahhh.. ko sok bijak begitu karena ko juga kalo cemburuan parah!”katanya. Aku terbahak. Memang. Benar aku seperti itu..

“Yang jelas tawwa si Kumbang mau terima si Kembang yang seperti itu. Buktinya sekarang mereka sudah berapa tahun? Empat tahun lebih! Langgeng! Firasatku mereka itu sampai menikah!”aku tertawa. Si temanku juga tertawa. Si kumbang, temannku itu, memang pantas diberi empat jempol untuk ketabahan dan pengertiannya yang luar biasa.

***

Nahh.. sampai di paragraf analisa ini aku jadi bingung Sodara-Sodara sekalian! Aku mesti nulis apa? Aku cuma mau bilang, memang benar perempuan jenis ini ada dan jumlahnya tidak hanya satu, si Kembang, dan dua, diriku sendiri, tapi banyak. Amat banyak malah. Hihihihihi

Kalo nemu teman seperti ini sih ya jangan ditinggalkan. Seperti teman-teman aku dalam menghadapi diriku yang mungil ini. Ya dinasehatilah, terus dimarahi, bahkan kalo perlu ditabok saja dengan gula-gula kapas lalu diberi kecupan dan ditraktir batagor campur. ^^

Beri mereka pemahaman yang mendalam. Yakinkan mereka kalau tidak perlu se’mengerikan’ itu. Toh jodoh di tangan Allah Swt, kan! Minta penjagaan Allah saja. Kalau kita yang jaga pasti capeknya setengah mati, makan hatinya menjadi-jadi, galaunya bertubi-tubi. Dan efek buruknya adalah kita lalu terlihat MENGERIKAN bahkan di hadapan orang yang kita sayangi itu. Ngerti, ndak?!?!?!?

Toh niat yang baik kalau dibalut dengan aksi yang tidak baik, yang kelihatan justru yang tidak baik itu. Iya, kan? ^_^

Dan akhirnya tulisan ini harus kuakhiri dengan pernyataan bahwa terkadang apa yang kita tulis ‘tidak selalu’ berhasil kita aplikasikan di muka bumi. Jadi, kalau misalnya aku besok-besok ‘kumat’ lagi, mohon ditegur dengan lembut, yahh… /

Wallau’alam bishawab.

Makassar, 20 Juli 2011

2 thoughts on “Perempuan yang Mengerikan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s