.::bisikan kalbu::. · harihariku · my stuff · Setangkup Roti Cokelat

Edisi Narsis : Emon yang Bahagia

Siang itu Emon BeTeeee teramat sangat! Di kelas tidak ada orang sebiji pun. Eh, ada sih. Tapi bukan orang-orang yang diinginkan hati. Duhh! >_<

*kena tabok penghuni kelas yang lain

Penyejuk ruangan adalah yang paling menderita setelah Emon di ruangan itu. Bibirnya sudah monyong-monyong menyejukkan ruanganan yang mungil itu, tapi Emon teteeep saja manyun. BT. Mana perut Emon keroncongan lagi! Mau nge-lunch tapi tiada yang menemani. Huh, makan sendiri kan nggak enak! Emon mbatin.  >_<

Dan…

Di saat-saat menyesakkan seperti itu tiba-tiba pintu terbuka. Suara salam memecah kesunyuan. “dia” datang. Ya, “dia” telah datang. Seketika si penyejuk ruangan padam sambil tersenyum senang.

Pembaca (P)                  : Loh, AC, kamu kok padam?

Air Conditioner (AC)   : Tenang, ““dia”” sudah dateng. Biar di gurun sahara juga si Emon tetep merasa sejuk lahir batin! Hehehe

P                        : Deuuuu… Kiraiiiin….

AC                     : Iyah…iyah… Jangan berisik, ah! Tuh, ceritanya mau dilanjutin!

Lanjut…

Dan di saat ke-BT-an  Emon sudah klimaks. Tiba-tiba “dia” membuka pintu pelan. Ia datang dengan menyerbakkan wangi yang sudah sangat dihapal luar kepala. Emon tahu semua itu tanpa membalikkan kepala. Emon sudah tahu itu. Bukan lewat matanya, karena Emon tidak berbalik. Tapi dari hatinya. Iya, dari hatinya. Tsaaahhhh…

Emon tersenyum semanis ia bisa, membalas senyum yang lebih dulu menyapa jiwanya. Sesaat dunia berhenti berputar. Daun-daun yang sedang gugur berhenti di tengah. Pengawas ujian di PBT.301 (kelas sebelah) seperti mematung tidak bergerak. Dan mahasiswa di kelas itu pun riang karena mereka bebas menyontek sesuka hati.

Lalu bagaimana kedua orang itu tadi? Di kelas itu masih ada mereka dengan senyum terkulum. Tapi segera terhenti karena ada serombongan manusia rese yang bersorak-sorak riang dan mengganggu. Sebagian membawa gendang, sebagian rinci, ada juga yang membawa pom-pom merah muda. Sekilas mirip arak-arakan acara tujuh-belasan. Haha. Mudah-mudahan tidak ada yang sadar saya sedang menyinggung siapa.

Dan kembali ke dua ciptaan Tuhan itu. Si “dia” kemudian membuka sepatu dan menghampiri  si Emon yang masih cengar-cengir tidak jelas. “dia” kemudian membuka tas ransel warna putihnya dan mengeluarkan…

Teh Kotak dan Smax rasa ayam.

Ya. Teh Kotak dan  Smax rasa ayam.

Iya. Teh kotak dan Smax rasa ayam.

Cihuyyyy! Si Emon kegirangan dibawakan cemilan kesukaannya. Emon senang sekali. Dan hari itu buat Emon indaaaahhh sekaliiiii…. ^__^b

***

Pertanyaannya, kapankah kejadian ini berlangsung?

Umm… tidak pernah. Kejadian ini tidak pernah terjadi. INI CUMA KHAYALAN TINGKAT TINGGI! >_<

Ini cuma cuplikan sinetron tidak mutu karena kelanjutan ceritanya adalah ternyata si Emon dan si “dia” bersaudara kandung. Si Emon lalu dijodohkan dengan seorang lelaki tampan dan kaya tapi homo dan cinta berat kepada si “dia”. Ckckckck. Cinta segitiga kok pake MAHO???

Sudahlah. Mari kita hentikan saja semua omong kosong ini. Semua hanya menambah kegalauan hati ini saja. Toh, ini cuma khayalan si Emon yang belum kesampaian. Hehehe

Nah, banyak kasus para perempuan yang mengharapkan/memimpikan/membayangkan akan mendapat kejutan manis dansederhana seperti ini dari kekasih/gebetan/suami kepada mereka. Intinya ada pengharapan untuk dibahagiakan oleh orang terkasih.

Pertanyaannya. Apakah harapan seperti ini sering kesampaian?

Iya. Pasti ada yang kesampaian. Kalau tidak kesampaian?

Jangan mempersulit diri dengan MENGASIHANI diri sendiri. Jangan bersusah hati sambil menangis dan mencakar-cakar dinding pakai linggis. Bodo!

Kalau orang-orang yang tidak memberikan kebahagiaan yang kau harapkan, ciptakan kebahagiaan dirimu sendiri.

Oke?

Nah, ikuti saya pelan-pelan >>  Ciptakan… Kebahagiaanmu… Sendiri….

Buatlah dirimu bahagia. Dan itu kau lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Seperti Emon saat ini. Sambil Online, sambil kerja laporan KKN, sambil nyanyi-nyanyi. Dan di samping Emon sudah lengkap silverqueen, teh kotak, fruittea, ring rasa keju dan cheetos rasa jagung bakar.

Mari bahagia! /

My room, 23 Mei 2011

2 thoughts on “Edisi Narsis : Emon yang Bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s