.::bisikan kalbu::. · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Ketika Kau Pasang Mendung dan Aku Tidak Tahu Kenapa

Hari yang biasa. Aktivitas yang biasa. Aku mudah lapar seperti biasa. Tapi kau, hari itu, tampak tak biasa. Kau lebih diam dari yang biasa. Kau tidak bicara seperti biasa.

Kau memasang ekspresi datar. Tapi air mukamu mengandung beban. Dahimu tidak berkerut, tapi terbayang sesuatu yang tidak jelas. Kau, ada apa?

Kau ada masalah? Kenapa tak cerita?

Bukankah dalam kesepakatan kita tidak ada cerita yang levelnya amat sangat tidak penting, tidak penting, cukup penting, penting, sangat penting, atau amat sangat penting? Bukankah semua –apapun isinya- adalah penting untuk dibagi? Atau kau lupa aturan mainnya? Tidak perlu memikirkan apa yang harus diceritakan. Cukup ceritakan apa yang kau pikirkan. Kupikir itu lebih baik.

Kau tahu aku tak punya kuasa untuk memaksamu mengatakannya. Aku –seperti katamu- tidak punya hak apapun atasmu.

Iya, aku tahu! Tapi jujur kukatakan aku, kami semua, mengkhawatirkanmu. Kau masih tak mau cerita? Atau aku telah berbuat salah?

Ayolah. Tidak enak merasa bingung seperti itu. Sangat tidak enak merasa khawatir seperti ini ketika kau pasang mendung dan aku tidak tahu kenapa.

My room, 23 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s