.::bisikan kalbu::. · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Teh Hijau Buat Emon

Sore itu kami akan berlatih presentasi seminar judul di kampus Unhas Barayya. Sudah sejak siang tadi kami menyimpan beban. Walau kami sekuat tenaga mengenyampingkan cemas dan menggantinya dengan tawa, ribut, dan bercanda seperti biasa, tapi tetap saja kami sebenarnya merasa cemas. Dumba’-dumba’, oeyy…

Siapa yang tidak dumba’-dumba’? Seminar judul atau proposal judul di sub jurusan Telekomunikasi cukup membuat hati ketar-ketir. Kami harus mempresentasikan judul kami di hadapan dosen-dosen kami yang budiman. Kalau cuma ngomong sih gampang. Tapi ini bukan komunikasi satu arah, beybeh! Para dosen itu lalu akan bertanya-tanya macam-macam dari hal paling dasar sampai hal rumit-rumit. Haduhhh, kalau tidak bisa jawab kan malu! >_<

***

Sudah pukul empat. Satu jam lagi kami sudah membuat janji dengan dosen pembimbing kami di kampus Barayya. Huft. Jantung makin berdebar. Untung kami ada dua belas orang. Jadi walau tegang bagaimanapun tetap bisa sok stay-cool!  ^p^

***

Trek! Lampu ruang sidang dinyalakan.

Seorang pegawai jurusan menyalakan penyejuk ruangan dan menyalakan proyektor. Kami cuma diam sambil melihat-lihat proses itu. Tidak ada adegan bercanda, tidak ada aksi ketawa-ketawa. Semua sama-sama diam. Sama-sama tegang. Sama-sama cemas.

“Assalamu’alaykum! Sori telat!”suara pak dosen tiba-tiba memecah khayalan kami tentang apa yang akan terjadi.

“Wa’alaykumsalam…”kami kompak menjawab. Aku memandang Nunung sambil nyengir nelangsa. Nunung dengan pelan menyalakan laptopnya. Sepertinya sedang khusuk berdoa.

“Ayo, siapa duluan?”pak dosen bertanya. Dengan sigap, pasangan pertama, Feby dan Fikha maju ke depan. Aku menghela napas dan berbisik di telinga Nunung.

“Kita yang ketiga mo nah!”kataku. Kulihat Nunung lalu mengangguk.

Krek! Pintu terbuka.

“Permisi, assalamu’alaykum!”aku terperanjat. Pak dosen ngundang dosen lain kah?

“Oh iya, taruh saja di situ.”kata pak dosen. Aku nyengir dalam hati.  Ternyata ibu kantin datang membawa berpiring-piring  jalangkote yang harum.

Kreek. Pintu kembali terbuka. Ibu kantin datang lagi dengan membawa setumpuk minuman kotak di pelukannya. Ibu, lain kali pakai baki! ^^

Di tangannya ada beberapa jenis minuman kotak. Saya sebut merek saja yah! Ada teh kotak, freshtea green, dan freshtea melati. Aku sih sukanya teh kotak.

Ya Allah, berikanlah aku teh kotak itu ya Allah… Do’aku khusuk saat ibu kantin sudah dekat denganku.

Ahhh… Aku menjerit dalam hati saat ibu kantin mengulurkan freshtea melati ke arahku. Tapi sedetik sebelum freshtea itu mendarat di hidung, eh, di depanku, si ibu menarik kembali teh dalam kotak itu.

Lohhh…. kenapa tidak jadi? Aku berseru dalam hati. Aku sudah hampir berdiri dan membuat perhitungan dengan ibu kantin sampai akhirnya ibu kantin memberikan freshtea green untukku dan menyerahkan freshtea melati tadi kepada Nunung.

Aku diam. Kali ini bukan karena tegang atau cemas. Aku berpikir dalam. Sebegitu gendutnya kah diriku ini sehingga ibu kantin lebih memilihkan teh hijau untukku, bukannya teh melati?

>_<

T_T

-“-

-_-a

-_-;

***

Malam itu kami selesai pukul delapan. Semua lega karena banyak diberi masukan dan ditraktir makan bakso. Teman-temanku tertawa setelah aku menceritakan tragedi teh hijau yang membunuh karakter itu. ^___^

Sudahlah. Yang penting aku semangat untuk seminar judul pekan depan.

Makasih, teh hijaunya, bu kantin! ^^

My room, 23 April 2011

2 thoughts on “Teh Hijau Buat Emon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s