.::bisikan kalbu::. · harihariku

.Nurani.

Tentang suatu sore di rumah Pak Bayu

Jangan menangkan logika tapi hatimu lalu terluka.

Tanyakan pada nurani. Jika jawabnya iya,

maka logika akan tunduk, hati akan mengangguk…

[inspirasinya dari pak bayu ^^]

Selepas presentasi judul skripsi, pak Bayu –dosen kami- tiba-tiba membuka bahasan tentang hati. Sore itu yang naik arisannya adalah seseorang yang baru saja putus dari kekasih hatinya.

Flash back ke beberapa saat sebelumnya. Kami ada enam tim yang akan latihan presentasi judul skripsi siang itu. Satu persatu tim naik, presentasi dan mendapat berbagai masukan serta koreksi.

Seharusnya setiap ada tim  yang maju, maka tim lain harus memerhatikan dan ikut belajar tentang judul yang sedang dipresentasikan. Tapi dasar kami-kami ini mahasiswa-mahasiswi beranjak dewasa tapi berjiwa ababil, perhatian kami hanya yahh…70 persen lah. Tigapuluh persen perhatian kami ada di  teh botol, ngobrol dengan teman lain, main hape, dan tidur-tidur ayam (kalo yang terakhir ini perbuatan saya, ^^).

Maaf, Pak Bayu… tidak memerhatikannya cuma 30% kok, Pak… Hihihihihi

Oke, lanjut!

Nah… Lucunya adalah ketika ta’lim hati ini digelar, hasilnya adalah 100% perhatian kami hanya untuk Bapanda Bayu seorang. Full. Seseorang bahkan sempat bertanya, “Pak, tempat binaan konseling kampus di mana, Pak?” ^^p

*kenapakah? Ada masalah hati-kah, coyy….. hihihi

Jadi seperti quote di awal tulisanlah kira-kira yang dikatakan pak Bayu kepada kami. Redaksinya sih bikin-bikinan asal saya saja. Yang jelas, kata pak Bayu, jangan pernah biarkan hanya hatimu berkuasa atau hanya logikamu berkuasa dan memaksa yang lain untuk tunduk patuh. Itu namanya menyiksa diri dan menciderai fitrah diri.

Nurani, bukan perasaan yah, adalah perangkat hidup yang dianugerahkan Allah Swt. buat kita, manusia, selain akal pikiran. Nurani itu dekat dengan fitrah manusia. Suci. Nurani tidak bisa bercampur dengan nafsu. Tidak terkait dengan emosi. Kebenaran hakiki ada di sini.

Maka dari itu apabila kita yang merasa sering labil jiwanya, sering-seringlah bertanya pada nurani. Bahasanya adalah bahasa kebanaran. Nyanyiannya akan lembut menyentuh hati. akal tidak bisa menyangkal.

Lalu bagaimana jika nurani ternyata salah?

Saya ingat nasehat seorang kakak ketika saya bertanya, “Bagaimana jika hati merujuk pada sesuatu yang salah?”

Si kakak menjawab, “Tanyakan pada nurani.”

Jika merasa hati merujuk pada sesuatu yang salah, maka besar kemungkinan nurani dibaluti nafsu. Kita dengan tidak pekanya mengira nafsu itu adalah nurani. Padahal salah! Karena itu terkadang kita mengambil keputusan yang salah.

Lalu bagaimana kita tahu?

Sejatinya nurani itu suci. Maka jiwa seorang manusia tidak akan bisa benar-benar mengenali nurani jika jiwanya kotor. Jika dirinya sehari-hari tidak menghambakan diri kepada Ilahi. Kesucian dan kepekaan nurani akan berbanding lurus dengan kualitas hubungan kita dengan Allah Swt. Semakin dekat kita dengan-Nya, maka semakin nyaring nurani kita dapat bersuara. Dan keputusan terbaik pun akan muncul lebih mudah.

Sulit.

Memang. Karena surga itu dibuat tidak dengan harga murah. Saya menulis ini bukan berarti level keimanan saya di atas rata-rata. Sama sekali tidak. Saya hanya mencoba mengupas isi obrolan ringan saya, teman-teman, dan pak Bayu sore itu dengan harapan kita semua bisa selalu saling mengingatkan. Terutama buat saya yang selalu dan senantiasa ababil!!!!  T_T

Hari semakin sore dan obrolan menyenangkan itu harus diakhiri. Kami pun mengangguk takzim tapi merasa sedikit sesak napas. Huft. Persoalan hati ini memang tidak akan pernah bisa habis dibahas dan dibicarakan. ^__^;

Intinya bukan seberapa cepat kita berhasil dengan nurani ini. Tapi seberapa kuat kita bertahan dalam proses pencapaiannya.

Mudah-mudahan kita bisa.

Mudah-mudahan kita berhasil.

Semangat!!!  /

Semoga kita berjodoh!

*ehhh…apakah?!?!?!?! hihihihihihi

My room, 11 04 11

Sehabis latihan seminar judul-nya the rain…

6 thoughts on “.Nurani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s