harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Mesin Penenun Hujan – Frau

Merakit mesin penenun hujan

Terjalin hingga terbentuk awan

Semua tentang kebalikan kita

Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu

Keputusan yang tak terputuskan

Ketika engkau telah tunjukkan

Semua tentang kebalikan kita

Kebalikan di antara kita

Kau sakiti aku, kau gerami aku

Kau sakiti, gerami, kau benci aku

Dan tapi esok nanti kau akan tersadar

Kau temukan seorang lain yang lebih baik

Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan

Tapi takkan lama, ku kan jadi awan…

Frau – Mesin Penenun Hujan

Frau seorang pianis, komposer, sekaligus penyanyi. Sebuah perpaduan yang luar biasa. Tidak hanya dentingan piano klasiknya yang beresonansi jauh ke dalam hati, tapi lirik lagunya pun menjadi sihir.

Pertama kali mendengar lagu ini saya sempat pusing. Ini  lagu apa? Musiknya mungkin memang masuk di selera saya. Tapi liriknya? Maksudnya apa?

Perlu beberapa kali mendengar berulang-ulang untuk bisa mengerti maksud dari lagu ini. Maafkan kebodohan saya…  T_T

Karena Frau ini perempuan, maka saya akan mengambil dari sudut pandang perempuan.

Nah, jadi lagu ini adalah lagu sakit hati. Si lelaki ternyata menyadari bahwa antara sang perempuan dan dirinya terdapat banyak perbedaan. Perbedaan ini membuat mereka tidak bisa bersatu.

Semua tentang kebalikan kita

Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu

Klimaksnya, perbedaan itu kemudian menjadi bumerang bagi mereka. Si lelaki sepertinya tidak bisa menerima perbedaan itu. Si lelaki tidak mau mengerti tentang perbedaan itu. Si lelaki merasa terbelenggu dengan perbedaan itu. Maka si lelaki kemudian berusaha memecahkan belenggu itu tanpa menyadari si perempuan menjadi terluka.

Kau sakiti, gerami, kau benci aku…

Kemudian di antiklimaks lagu ini, tampaknya hubungan keduanya berakhir. Kisah mereka berhenti hanya sampai di sini. Namun kemudian si perempuan berkata, jika suatu saat si lelaki bertemu dengan perempuan lain yang lebih baik, itu akan membuat si perempuan menjadi lebih sakit hati dan lebih hancur hatinya.

Dan bila esok nanti kau akan tersadar

Kau temukan seorang lain yang lebih baik

Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan

Tapi takkan lama, ku kan jadi awan…

*revisi – Sebelumnya lirik saya kebalik yaaa. Untuk diingetin sama Mbak Idhan. Makasih ya, Mbak.😀

Nah, di dua bait terakhir ini, si perempuan akan pergi dan tenggelam dalam kesedihannya. Tapi kemudian ia akan bangkit kembali untuk melanjutkan hidupnya.🙂

 

My room, 11 April 2011

3 thoughts on “Mesin Penenun Hujan – Frau

  1. Aku telat banget kayaknya mau kasih komen. Btw, aku baru ngeh ada yg ngupas lirik lagu frau ini. Justru dari lirik yang terakhir ini, aku paham ini lagu tentang apa.
    Dan aku kan hilang, ku kan jadi awan
    Tapi takkan lama, ku kan jadi hujan… (di sini kamu nulisnya salah)
    Yang benar:
    Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
    Tapi takkan lama, ku kan jadi awan
    Maksud arti lirik ini, ketika si cewek menghilang ia akan menangis (hujan) dan setelah menangis, dia baru bisa bangkit (awan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s