.::bisikan kalbu::. · Setangkup Roti Cokelat

.: BIBIT :.

Di hari itu, Jumat pukul sebelas. Langit cerah tak bernoda. Hanya ada sedikit arakan awan di sebelah selatan.

Lalu tiba-tiba ada kiriman untuk kita berdua. Sebuah kotak yang isinya dua bibit tanaman muda. Hijaunya yang lembut mendongak malu-malu baru melihat dunia.

Aku tersenyum. Kau tersenyum. Kita tersenyum dikulum. Dikulum karena di situ banyak orang. Dan katamu, tak seorang pun boleh tahu tentang hal ini.

Dua bibit tanaman. Satu di tanganku, satu di tanganmu. Aku beranjak pergi, membawanya pulang. Aku sempat berbalik, menatapmu yang juga sedang menatapku. Kau nyengir sambil mengacungkan bibit punyamu. Aku ikut nyengir.

Dua bibit tanaman. Satu di tanganku. Kugali tanah, tidak seadanya, tapi dengan penuh kelembutan dan pertimbangan dalam. Agar bibit itu mendapat tempat yang layak. Agar ia nyaman bertumbuh di dalamnya.

Bibit yang daunnya bertambah satu. Tentu saja. Aku menyiramnya setiap hari, memberi pupuk, menaruhnya di tempat yang sejuk dan terkena sinar mentari hingga pukul sepuluh. Andai bisa berbicara, bibit yang mulai tumbuh itu pasti berucap terima kasih.

Ah, punyaku bukan bibit lagi. Aku bangga menyebutnya “tanaman” sekarang. Batangnya gemuk, daunnya rimbun. Punyamu? Aku tak tahu. Aku mau melihat punyamu.

Aku pun pergi melihat punyamu. Aku mengira punyamu bahkan sudah berbuah. Aku senyum-senyum membayangkannya.

Bibit. Bibit punyamu. Bibit yang dikirim hari Jumat pukul sebelas. Aku melihatnya tergeletak mengenaskan. Daunnya luruh semua. Batang kurusnya layu di tanah. Kau membiarkan bibitmu begitu saja.

Aku bertanya kesal. Kau tertawa. Aku marah. Kau anggap aku gila. Aku pergi, kau melambai panjang dan lama.

Kau bilang kau mau mencabut tanamanku yang subur itu. Katamu tanaman itu tak pantas hidup. Katamu tanaman itu pantas mati.

Aku tertegun setengah tak percaya. Santai, katamu. Sakit, kataku.

Kita’ tommi yang tanam, kita’ tommi yang kasih pupuk, kita’ tommi yang siram tiap hari…

Kenapa ko yang mau cabut?

Makassar, 26 November 2010

Inspired by Atti Bulo

2 thoughts on “.: BIBIT :.

    1. salam kenal juga, Mas…

      oia, tadi aku sempat mampir ke blog Mas Azzet
      ternyata nulisnya produktif bgt, yahh!! ^o^
      wahh…jadi pengen juga kayak gitu…
      doain yah, Mas Azzet…
      mudah2an cita2 aku jadi penulis kesampaian…

      sering2 mampir, ya… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s