.::bisikan kalbu::. · harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Pohon Petai, Hujan, dan Keringat

Catatan Setahun yang Lalu

 

…kita semua sama/tak ada yang berbeda//…

Kantuk yang sedari tadi mengintai kini memborbardir hati jiwa dan pikiran. Oh Tuhan…mataku kian berat saja…

Tiba-tiba, hentakan drum minyak tanah, eh, drum betulan  yang dipake drummer gebuk kiri kanan–ya iyalah, masa fotografer!- KUNCI. Satu=Sama membelakkan mata….

Ini lagu angkatan PIXEL ZERO SEVEN!!!!

^^//

^^v

\\^^

 

Adakah yang melupakan lagu ini?

Entahlah. Hanya saja setelah merasa:

  1. Syok karena maba 2009 sudah tiba, dan diriku merasa masih terlalu BELIA untuk punya adik.
  2. Kakak2 2005 sudah banyak yang sibuk kiri sibuk kanan… T_Tv
  3. Keputusan birokrasi untuk membelenggu segala aktivitas berbau “pelonco”…
  4. Sampai-sampai pengumpulan “biasa” tak boleh lagi…
  5. Tak ada lagi jalan tunduk-tunduk…
  6. Baju besar yang tidak ketat
  7. Celana kain hitam dan rok –yang bisa ko pake lari!!!-
  8. Poni di jepit atas… Jilbab katun tanpa pin atau bros…
  9. Tas ransel dan sepatu kets yang kusam…
  10. Dan…kertas gambar A1 yang kalau dimasukkan ke dalam tas ransel (lalu setengah gulungannya menyembul keluar) kerennya minta ampun…!!

Pikiranku menjadi sedikit buram. Cukup terkejut ketika salah satu sudut hati bergumam…”2009 bukan adikku…”  -_-;  ß  -_-a   ß  -_-?

ARRGGHH!!!! Mumet! Bodobodobodo! Belum lagi paper Elka Telkom yang baru satu lembar…2009 m**j**g****a*n!!!! (apa hubungannya yak?)

…dan dari sinilah semuanya berawal…

Di tengah kemumetan itu gebukan drum punya kunci menyentakku kembali ke dunia nyata.

Amboi…betapa kangennya aku dengan lagu ini!

Saat ini mungkin memang kemarau dan di kamarku sedang banyak nyamuk. Tapi tiba-tiba tubuhku seakan berapparate ke bawah pohon petai. Ada bau petai, bau hujan, dan bau keringat dari tubuh-tubuh berbaju putih besar, rok hitam lebar, dan sepatu kets yang berlumpur. Hm….Sedap!!!

Thanks to catatan Suka Tidur yang mengingatkanku dengan suasana “romantisme maba” kita dan juga lagu KUNCI satu=sama yang membawa aroma suasana favoritku tadi.

Masih teringat senyum damaiku saat melihat teman-teman yang keningnya mengerut dan berjalan agak gontai. Entah sudah berapa set scot jump + sit up + push up yang telah dijalani. Sebagian menggerutu karena dapat jackpot = ujung kertas gambar A1 kusut!!! Alamak…..T_T

Sebagian lagi menggumam kesal karena perutnya kram dan kakinya sakit semua…

Aku tersenyum melihat itu. Bagiku bau hujan + pohon petai + keringat membuat suasana menjadi syahdu dalam damai. Tak ada alasan untuk misuh-misuh pada kemurah-hatian senior saat itu. Tak ada. Hanya damai, bau hujan, pohon petai dan keringat….

 

…lepaskan semua…yakinlah…maju bersama…slamanya…

 

Luph pixel sero seven

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s