.::bisikan kalbu::. · Setangkup Roti Cokelat

Orkes Sakit Hati

“Sudah tidak ada lagi yang empati.”

Demikian isi pesan singkat itu di telepon selulerku. Bukan mau lebay. Tapi saat pesan itu sampai, si empunya ponsel sebenarnya tengah gundah gulana dan berlinang air mata!

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, demi bulan apabila ia menyinari! Isi pesan singkat itu justru membuatku tersenyum simpul sambil mengelap sisa-sisa basah di pipi. Ahay. Banyak yang merasa tak diberi empati akhir-akhir ini. Banyak yang merasa tidak diperdulikan.

Mencoba sekuat tenaga untuk waras, aku membalas dengan pesan singkat pula. Pesan singkat yang tampaknya membuat si penerima pesan menjadi tambah marah. ^^

“Saya cuma capek sakit hati. Mending saya pikirkan diriku sendiri. Bodo semua.”begitu balasan dari balasan pesan singkatku untuknya.

Ahay!!! Itu kata-kataku lima setengah jam yang lalu saat sedang memikirkan hati sendiri dan bertanya-tanya tentang hati seseorang di seberang sana.

Karena banyak yang sakit hati hari ini, aku mau bertanya,

“Hari sakit hatikah, ini?”

***

Aku tidak sedang ingin membahas, “marah di depan umum itu tidak baik.” Bukan. Bukan pula, “masih banyak manusia lain yang masalah hidupnya jauh lebih berat.”. Tidak. Itu hanya akan membuat hati-hati yang sudah layu menjadi tambah meredup. Yang bibirnya manyun menjadi monyong. Haha.

Aku cuma ingin bicara tentang hati. Ketika semua orang merasa tak dipedulikan, dan nyatanya mereka memang saling tak memerdulikan satu sama lain –sementara mereka minta hak untuk dipedulikan-, apa yang harus dilakukan?

Bukannya sok tegar tapi sedang berusahan menjadi tegar. Ketika perempuan-perempuan ku minta dibelai hatinya, maka akan kulakukan semampuku meski hatiku sendiri pun merengek minta dikasihani.

Sakit hati. What a f**k feeling!

Maaf buat perempuan-perempuanku kalau aksi pertolonganku tidak bermutu bahkan justru menambah amarah dan dendam membara. Ckckckck. Orang kita juga butuh bantuan!

Sempat ada pernyataan bodoh. “Kau minta diberi empati. Tapi bahkan simpatimu pun tak kau beri untukku!”

Egois. Memang. Itu benar kata hati. Tapi tak harus menjadi aplikasi, bukan?

Hufftt… persoalan hati ini memang tak ada habisnya!

SOLUSI. Solusi? Entahlah, yang sedang coba kulakukan adalah mengambil hatiku ke luar dari tubuh lalu meletakkannya di kolong tempat tidur. Aku tak peduli isakan, erangan, bahkan jeritannya. Di luar sana masih banyak hati yang harus diselesailan.

Dan quotes ku hari ini adalah >

Ohh, broken hearted heart-fixer sucker girl!! (lagu aslinya > broken hearted hoover-fixer sucker guy!)

Yihaaa!!!

 

*tidak jelasnya, deh!*

My room, 13 Juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s