cerita pendek

bHeLaM : The Accident

bongkar-bongkar file tulisan zaman masih belia…

eh, nemu file dengan judul di atas…

sebuah cerpen tua…

selamat membaca! ^^

***

 

“Ha…ha…ha… hebat…hebat…! Kamu hebat, Rik!”Naura terbahak di sore yang dingin-dingin empuk itu. Eits… jangan salah sangka, pembaca. Si Naura ini soalnya lagi nerima telpon Rika sambil bobo di tempat tidurnya yang empuk.
“Belajar dimana suara sedih kayak gitu? Emang kamu udah jadi anggota Te-Be (Teater Bening), ya?”candanya lagi.

“Hiks… eh Naura, ini emang kecelakaan. Gue ngejatuhin Amy dari motor! KEPALANYA BERDARAH, Ra!! Bedarah! Dan ini semua gara-gara gue!!Hiks…”kali ini Erik histeris.

“Lho…lho… Erik…becanda khan? Sakhruk Khan? Ups, maksudnya ini ga bener khan?”Naura ini bangkit dari kuburnya, eh dari tempat tidurnya.

“ Becanda gimana? Ini kenyataan, Ra!”jawab Erik lirih.

“Innalillah… trus…trus…sekarang gimana?”kali ini Naura sudah serius.

“Kepalanya terbentur tiang lampu jalanan, trus berdarah. Sekarang kaya’nya lagi dibawa ke rumah sakit sama mamanya.”jelas Erik dengan tetap lirih.

“Sasha udah tau?”tanya Naura.

“Belum. Kamu aja deh yang bilang. Tangan gue masih gemetar nih. Ra, ini semua gara-gara gue, Ra. Salah gue! Hiks… Gue emang bodoh, ceroboh, ga hati-hati. Hiks…” kali ini Erik benar-benar sedih.

“Cup…cup…cup… udah, sayang. Ga ada yang mau semua ini terjadi. Sekarang Erik berdo’a aja, ya?”Naura menayabarkan Erik.

“hiks… iya. Kalo gitu, udah dulu ya? Assalamu’alaykum” klik, Erik menutup teleponnya dan kembali termenung, Amy, maafin Erik, hiks..

* * *

“Halo, Sasha?”Naura melakukan komunikasi dua arah bersama Sasha di petang yang dingin itu.

“STOP!!! Ra, STOP!! Lo jangan ngomong apa-apa. Yang jelas gue ga mau denger kata-kata yang menyatakan kalo ada anak bHeLaM yang sekarang sukses amnesia.”berondong Sasha tiba-tiba.

“Apaan sih? Siapa yang amnesia? Ga ada kok…! Jadi Kamu udah denger berita kecelakaan ini?”Tanya Naura.

“Iya. Eh…tapi, yang kecelakaan sebenarnya siapa sih? Kamu atau Amy? Kok Erik bilang yang jatuh itu Amy?”Sasha nanya.

“Hah, kok Sasha ngedo’ain Naura kecelakaan sih?”kali ini Naura sedikit bergidik dengan pertanyaan Sasha.

“Ups, sori. Maksud gue,? Yang boilnya rusak khan Kamu? yang dibonceng Erik tadi itu khan Kamu juga? Kok yang jatuh Amy?”wah… si Sasha kok jadi sadis gini, ya?

“Sasha!! Yang dibonceng waktu pergi ke perpustakaan itu memang Naura. Tapi waktu pulang, si Amy yang dibonceng Erik. Nah, waktu pulang itu mereka kecelakaan.” jelas Naura.

“Fiuh… syukur deh kalo gitu.”Sasha kedengaran lega.

“Kok syukur?”Naura kesel.

“Maksud gue, syukur karena ga ada yang amnesia. Tau ga? Gue sampe ga mau nerima telpon dari tadi sore. Gue takut kalo tiba-tiba ada berita tentang anak bHeLaM amnesia. Eh, tapi… gimana Amy sekarang?”

Ya… seperti itulah yang sekarang terjadi. Amy kecelakaan waktu naik Tigernya Erik. Tapi ini bukan kesalahan Erik sepenuhnya lho pembaca. Ceritanya wkatu itu lagi hujan lebat. Trus jalanan lubang pada tergenang. Tau khan jalanan yang berlubang? Yang sampai saat ini belum terjamah oleh dana pembangunan pemerintah yang anggarannya naik terus tiap tahun. Nah, kembali ke cerita. Trus tiba-tiba ada angkot yang melambung dari arah depan dengan kecepatan tinggi. Untuk menghindari kecelakaan, Erik langsung banting stir atawa banting pengendali (emang delman) ke samping dan nyrusuk ke lubang yang tergenang tadi. And then, tabrakan dengan angkot emang ga jadi. Tapi pas Erik nengok ke belakang, Amy udah ga ada ……. dan tampak setengah berbaring di aspal yang asli ga ada empuknya dengan helm terlempar. Nah… terlemparnya helm waktu jatuh membuat kepala Amy sukses membentur aspal dengan mulus dan… terjadilah semua itu.

***

Naura yang tadinya masih khawatir, kini malah bete. Udah pukul 07.10 Waktu Terserah Kamu, tapi personil bHeLaM yang 2 itu belum kelihatan batang hidungnya. Ditambah lagi, sejauh mata Naura memandang, hanya tampak siswa-siswi di kelasnya yang sedang serius menyalin pe-er. Contoh yang ga baik, itu! Pembaca jangan niru yang seperti itu, ya?

“Assalamu’alaykum!”Sasha nyamperin Naura.

“Sha!! Naura cemas, khawatir, gelisah, dan sebagainya!”Naura setengah merengek.

“Udah, tenang aja! Tuh, si Erik udah datang!”Sasha menunjuk Erik yang datang dengan muka lemes bin kusut. Yang ditunjuk langsung ngebanting tas plus helmnya, mengatupkan kedua tangannya di meja dan mengambil posisi tidur telungkup. Pembaca bisa ngebayangin ga? Kalo ga bisa, sori aja deh. Yang jelas waktu Erik tampak sediiiih banget.

“Ra, gue duduk di samping Lo aja ya?”tanya Sasha.

“Euu… ya deh.”jawab Naura sambil mengosongkan kursi yang seharusnya diduduki Amy.

“Gue takut ama Erik yang lagi diam kaya’ patung. Kaya’nya hari ini dia bakalan super sensitif.”jelas Sasha sambil duduk di samping Naura.

***

Kring….kring….kring… ada sepeda, ups, ini bukan suara bel sepeda tapi bel istirahat yang pastinya sangat dinantikan oleh 98% pelajar se-Indonesia.

“Ra,Sha, Amy mana?”tanya Ranti teman sekelas mereka.

“Euu…Amy? Eu…dia…dia…”Naura bingung.

“Amy lagi sakit!”sahut Sasha cepat.

“Sakit apa?”Dawy tiba-tiba ikut nanya.

“Sakitnya? Hm… komplikasi. Ada sakit “kepala”, pusing batuk, demam. Pokoknya komplikasi deh.”kali Naura bisa menjelaskan ketidakhadiran Amy pada rekan sekelasnya. Sasha dan Naura sepakat untuk tidak mengatakan yang sebenarnya terjadi pada teman kelas mereka. Ya… ini untuk menghindari cap buruk kepada Erik dari teman-teman yang lain.

Wait… Erik mana? Sasha dan Naura juga tidak tahu. Sejak istirahat pertama sampai istirahat kedua Erik tetap tidak ada. Padahal Sasha udah bela-belain ijin pipis, padahal nyari Erik di mushollah. Trus Naura juga nyari Erik di toilet dan di kantin sambil jajan betulan, tapi sodara-sodara, Erik tetap hilang.

“Sha, Naura capek nih!”si Naura sudah ngos-ngosan nyariin Erik.

“Iya. Gue juga capek!”sahut Sasha yang keringatnya sudah sebesar biji jagung.

“Duduk dulu, yuk!”ajak Naura.

Mereka berdua memilih duduk di bangku Sasha dan Erik. And then…

“Eh, ini apa?”Sasha tiba-tiba menyentuh secarik kertas dengan tulisan acak-acakan. Bukan tulisannya yang kurangbagus, cuma nulisnya seperti terburu-buru. Gitu…

To:  Sasha dan Naura bHeLaM

Sori, mungkin waktu Lo berdua baca surat ini,

gue udah dalam perjalanan ke RS. Sekali lagi sori,

gue cuma mau ngeliat keadaan Amy.

Bagaimanapun ini salah gue dan gue harus bertanggung jawab.

So, gue putusin, gue bolos setengah hari ini dan nemenin Amy.

Gue ga ngajak Lo berdua, karena -sekali lagi- ini tanggung jawab gue.

Lo bisa nyusul ke RS kalo emang udah waktunya pulang. OK

Peluk-cium
Erik

Waksss!!!! Erik bolos??

***

“Naura…Sasha…!”Mba Niken, kakaknya Amy yang anak kelas tiga nyamperin dua anak bHeLaM waktu pulang sekolah.

“Mba, Amy!”Sasha dan Naura menjerit kecil pada Mba Niken yang kini berdiri di depan mereka.

“Iya. Mba mo ngasih tau kalo Amy sekarang ada di rumah. Kata dokter sih, dia harus istirahat barang 2-3 hari.”jelas Mba Niken.

“Jadi Amy ga masuk rumah sakit?”tanya Sasha.

“Alhadulillah ga sampai masuk rumah sakit kok.”tambah si Mba yang berkaca-mata ini.

“Mba duluan ya dek?”kata Mba Niken tiba-tiba.

“Iya, Mba. Eh, Mba Niken, bilangin sama Amy ya kalo bHeLaM mau datang!”pinta Sasha yang dijawab Mba Niken dengan anggukan.

“Ra, Erik gimana? Apa perlu kita SMS, telpon, email, telepati atau apperate aja?”tanya Sasha sambil senyum licik.

“Udah… ga usah. Kalo udah bosan keliling 6 lantai RS Makhesa, dia bakal langsung ke rumah Amy kok!”jawab Naura sambil senyum-senyum.

t a m a t

2 thoughts on “bHeLaM : The Accident

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s