puisi · Setangkup Roti Cokelat

-tokek-

Tokek

Es krim

Kerikil

Pelangi

Danau

 

[,,,adalah perayaan ketidaksambungan ide, karnaval anarki wacana…tidak disarankan bagi para intelektual yang arif bijaksana…dikutip sembarangan dari Drunken Monster halaman 12]

 

Damn!

Ramai kotekan ayam betina

Dan aku lalu mengingatnya

Mengingat ia makhluk berkoteka

Yang datang seperti hantu tadi malam sambil berkotek

Riuh rendah bersenandung bersama tokek

Tokek…kotek…tokek…kotek…tokek…kotek…tokek….

 

Entah pesan apa lagi yang ia bawa

Sudah cukup kegagalan kali ini

Kurang banyakkah?

 

Seperti seruputan es krim

Dan sepiring kerikil kecil sebagai kacang asinnya

Maka acuhkan sajakah?

Karena mungkin lebih baik

menenggak habis racun kematian

 

Dan pelangi hanya gradasi hitam dan abu-abu

Tak ada lagi semburat sempurna lembayung manis di sore hari

 

Tapi entah kenapa yang terpantul dalam danau

Adalah dirimu…

 

23 Juli 2009, diselesaikan saat bocah-bocah lucu itu tengah pulas dengan botol susu….

 

2 thoughts on “-tokek-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s