harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Kue Kenari Bawang Putih

(waktu raker HME FT-UH periode 2008-2009)

Sebungkus kue kering berjanji menjawab rintihan lambung pagi itu. Bentuknya bulat (sebesar bakso harga 1000an/biji), warnanya putih kusam, dan permukaannya seperti permukaan bulan yang tak mulus. Yah, bayangkan bentuk bulan sajalah…

Gigitan pertama sudah membuatku mengernyitkan dahi. Aku berbalik meminta pembelaan lidah dan ternyata beberapa wajah  juga mengeluarkan ekspresi yang sama. Kami pun mengulum senyum. Entah mengapa duet maut kenari dan bawang putih di kue itu tak membuat lidah kami bergoyang. Dan terjadilah tindakan tidak berkeprike-KUE-han : pengasingan atau dengan jujur kukatakan “pembuangan”. Dengan mengambinghitamkan sebuah kantong plastik tak berdosa, kue-kue itu kami masukkan ke dalamnya. Kemudian berjalan sambil setengah berjingkat setengah menahan tawa. Dan akhirnya bersemayamlah beberapa biji kue itu di belakang gedung POMD di dalam kantong plastik warna hitam dengan tenang…

Di sudut lain, seorang lelaki  yang kami kenal (plis duleh, temanmu jie itu tawwa) malah menikmati tiga biji kue yang sama dengan begitu nikmat. Tiga biji! Itu lapar atau doyan? ^_^…dan lagi-lagi kami mengulum senyum menghina sambil keheranan. Selera orang memang berbeda-beda. Walau kami tetap heran dengan selera yang satu itu… kok, bisa?

Ah, andai saja kau berada di sana. Pasti akan kau mengerti kelucuan yang terjadi.

Dan berbicara masalah selera. Karena delapan jam kemudian, di malam yang dingin, disebabkan rasa heran dengan keanehan selera temanku tadi, aku mencoba mencari dan menemukan kenikmatan kue kenari itu. Bedanya kali ini aku meng-couple-kannya dengan segelas kopi panas. Hm…nyam…nyam…

BANG!!! Dan ternyata kue kenari itu enak juga! Satu kali gigitan, kunyah perlahan, lalu menyeruput si kopi hitam dengan sedikit slowmotion. Akhirnya kudapatkan juga sisi lain dari kue kenari itu.

Dan kembali mengingat tentang selera. Ah, segala hal di dunia sebenarnya mungkin saja indah. Hanya saja kita harus menikmatinya dengan cara yang berbeda… ^_^

Misalnya, kalau SC sedang marah-marah, anggap saja itu luapan kasih sayangnya kepada kita yang saking besarnya hingga tak dapat kita terjemahkan sebagai cinta…. Hehe

 

Makassar,31 Juli 2008

2 thoughts on “Kue Kenari Bawang Putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s