harihariku · Setangkup Roti Cokelat

Indahnya “Batal”

Indahnya Batal…

“kamu masih banyak kekurangan, dek…!” Final words yang akhirnya jadi pamungkas di laboratorium mesin-mesin listrik di sore yang kering. Ugh, dan katrol seharga 5000 itu berukirkan “batal” dengan indahnya. Izinkan saya berhiperbola sedikit ya…  Seakan segala usaha yang sempat diperjuangkan (sabarko hati), belajar  yang dipaksakan (tuh, keliatan salahnya), jurnal ku sayang yang diisi pelan-pelan, dan tibalah jadwal lab itu… siang yang kering (tojengka’  ini), panas, kering (sudahmi td ko ketik), panas (ni repetisi yak?), pokoknya yang begitu mi lah… dan karena the show must go on, langkah kaki mungil ku ini sampai di laboratorium “bawah”. Bukan kisah di lab yang mau dititikberatkan di sini, hanya saja, setelah melewati sekitar 3 setengah jam untuk respon pintu, respon tulis, n respon papan, kenapa di’ kata “batal” begitu mudah dikeluarkan. I know… I see… ku tau jie… kakak2 pnah juga rasakan yg kyk beginian, bahkan “lebih” katanya,ya?  Ia saya ngerti, cuman…ya…

Ideal. Trafo ideal adalah transformator yang dapat mengkonversi semua ggl yang dibangkitkan.

Adakah ideal itu? Bertahan, bisa? Hanya memandang sisi ideal dari manusia, maksudku nassami  “praktikan” karena yg sy bahas saat ini ya tentang itu.

Di satu sisi, disiplin itu membuat hidup lebih terkontrol dan teratur. Betul. Termasuk disiplin dalam belajar. Sepakat sekali saya ketika lab2 mempraktekkan kedisplinan sebagai bentuk pelatihan kepribadian di samping harapan akan ilmu yang benar2 sampai ke para praktikan. Toh yang untung kalo punya ilmu banyak kan diri kita juga? Sepakat!!

Tapi entah mengapa saya merasa (ini karena lg frustek jd nulis kyk gn) ada ruang2 toleransi yang terabaikan. Kesan “mempersulit” lebih kelihatan, walaupun –sakali lagi- tujuan utama yang tersurat adalah bukan seperti itu. Intinya ya, ideal itu tadi. Kita dituntut ideal, atau kita bahasakan saja sempuna…

Padahal banyak latar belakang yang membuat terkadang ideal itu menjadi jauh pun ketika rencana sudah sedemikian matang. Fluks bocor saja hampir selalu ada, bukan? Termasuk rugi-rugi pada trafo, mesin, atau generator yang terkadang tak tersolusikan?

Katakan = i.d.e.a.l!!!

Ideal itu benar2 sulit. Maaf kalo saya terkesan pesimistis.

Ini pikiran saya saja ya. Berbicara mengenai “ruang toleransi” yang sempat dibahasakan, benarkah toleransi yang kemudian diberlakukan benar2 toleransi yang ideal? Kembali kah ke niat utama yang digembar-gemborkan jauh2 hari sebelum semuanya dimulai?

tenang mko dek. Aktif2 mko saja. Dibantu ji itu lab mu. temanku dulu katrolnya kosong-kosong ji juga. Pas pi mw jurnal lengkap baru ditandatangani langsung sm asisten “anu” tanpa banyak komentar! Yg jelas dilihat jko slalu aktif, dipermudah jko itu nanti…”

Ideal itu sulit, bukan? Segera sadarkan saya kalau Anda menganggap saya salah….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s