.::bisikan kalbu::. · puisi · Setangkup Roti Cokelat

[masih] TEKNIK

Napak tilas sejarah
Perlahan luruh
Oleh gerimis yang mulai menggemuruh

Ada belulang yang terhampar hampa
Di sepanjang lapangan berwarna merah
Di koridor-koridor sunyi
Atau di dinding yang kukenal dari bau pesingnya

Belulang itu sebagian adalah loyalitas
Sebagian lagi adalah solidaritas
Dan yang tinggal serbuk-serbuk abu adalah senioritas
Sisanya adalah malu
Adalah malu yang dibuang jadi abu
Dan diinjak-injak oleh perempuan-perempuan tidak malu
Bercelana botol dan berkaus ketat selalu
Dan lelaki yang kencing di tembok berlumut pekat
Dan di lantai berdebu

Aku ingat dahulu
Saat tamparan di pipi adalah bahasa lain dari kasih
Adalah bahasa lain dari pembelajaran
Adalah bahasa lain dari sebuah tanggung jawab dan harapan

Dan aku tak mengerti kenapa
Hari ini rasanya sangat perih dan mengiris
Mungkin mereka tak pernah ikut latihan
Latihan bagaimana menyentuh pipi
Dengan empat jari
Bukan dengan telapak tangan
Yang berlumur ego yang sok
Padahal ilmunya jongkok

Teknik yang aku sayang
Teknik yang terlihat malang
Bahkan tengkorak yang dulu gagah dan tegar
Mulai berlumut dan berbunga mawar
Mungkin sebentar lagi aster, melati dan lili liar
Aku tak tahu

Teknik yang aku sayang
Teknik yang sekarang malang
Ada seribu harapan nyalang
di tiap putaran baru matahari yang terang
Mudah-mudahan kembali jaya, kau
Seperti sejarah yang pernah yang kutahu
tercatat dalam kitab-kitab terdahulu

18 september 2010

2 thoughts on “[masih] TEKNIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s