.::bisikan kalbu::.

.PENDAM.

Kemarin malam saya menjenguk seorang tante di rumah sakit. Tante saya sakit.

*Ya iyalah…., masa’ beli sayur! ^^

Hihihihi.

Eits, saya tidak menertawakan tante saya yah… -_-a

ah sudahlah….

Jadi begitulah ceritanya. Tante saya sedang sakit. Beliau kena stroke dan masih dalam kondisi kritis. Keadaannya yahh…tidak baik saya ceritakan terlalu detail. Yang jelas beliau cuma bisa berbaring dan sangat-sangat susah berkomunikasi. Kesadarannya tidak baik. Beliau lebih sering memejamkan mata daripada membukanya. Intinya beliau sudah dirawat seperti anak bayi yang baru lahir.

Di dalam kamar perawatan itu saya hanya duduk dan diam sambil pelan-pelan mengunyah pisang goreng ^^

*maklum, saya belum makan malam… hehehe

Saya menatap tante saya itu pelan, lalu memandang mama yang sedang bercerita dengan tante saya yang lain. Mereka berdua membicarakan tante saya yang sakit itu.

Saya tertegun mendengar cerita keduanya. Tante saya itu sakit bukan hanya karena capek berlebihan tapi juga karena beban pikirannya terlalu berat. Tante saya memendam pikiran dan perasaannya sendiri. Tante saya merasa sendiri.

***

“Mirna, jangan update status facebook yang menunjukkan kalau kamu sakit hati atau sebangsanya. Isi blogmu juga jangan Cuma tulisan-tulisan menderita.”kata seorang sahabat.

Aku mengangguk dan tersenyum tipis. Dalam hati aku menolak. Entahlah, tujuanku seperti itu agar dia -yang menjadi objek tulisanku- tahu, agar dia mengerti. Aku sudah tak tahu lagi bagaimana menjelaskannya dan mengatakan padanya secara langsung. Eh, maaf, sudah tak ada ruang lagi. Melihatku pun ia sepertinya tak mau.

“Kau kira dia membacanya?”

Mataku gerimis. Tidak. Aku tidak tahu. Sepertinya tidak.

“Jangan pernah berharap dia berubah hanya karena membaca tulisanmu atau tahu kau sedang menangis karena statusmu yang lebay.”nasehat yang lain.

Ah, aku mengangkat wajah tinggi-tinggi agar tak perlu ada lagi setetespun yang mengotori bumi. Temanku itu lalu menyodorkan tisu dan menyelipkan cutter baru. Katanya untuk menusukku kalau-kalau aku melakukan hal bodoh itu lagi. Ahahaha. Teman-temanku itu, eh, sahabat-sahabatku itu. Aku sayang mereka.

***

“Kenapa dia tidak bilang saja?”tanya mama perpaduan antara gusar dan kasihan.

“Katanya dia akan ke rumahmu, Kak. Dia bilang akan menyampaikannya padamu.”kata tanteku yang lain itu.

“Iya, minggu lalu dia datang ke rumah tapi tidak membicarakan hal itu.”kata mama.

Keduanya kembali terdiam dan menatap tanteku yang belum bangun juga.

Aku sudah mengambil potongan pisang gorengku yang kedua.

***

“Cuma urusan bisnis. Ini proyek. Jangan pikir akan ada urusan asmara.”

Aku berusaha membuat senyuman semanis dan setulus mungkin. Tapi dia bilang aku menyeringai. Karena itu aku pergi saja. Jangan sampai aku mengeluarkan api dari dalam mulut.

Maaf, rasa kepemilikanku terlalu tinggi. Bodoh, memang. Aku sangat pencemburu, dia tahu itu.

Sudahlah. Bukan ini yang mau aku bahas. Yang aku ingin bahas adalah permasalahan isi blog dan note-ku di situs facebook. Benar bahwa semua begitu terbuka. Semua orang akan bisa membaca apa yang terjadi cukup dengan membaca blog ku. Benar bahwa kalau dia membacanya dia akan bangga karena aku sudah begitu jatuh kepadanya. Aku tahu itu.

Pelan-pelan, citraku jatuh. Harga diri? Sudah habis kuberi untuknya dari dulu.

Tapi aku tidak suka memendam. Aku tak suka memendam apa yang sedang kupikirkan atau kurasakan. Lebih dari itu, kemampuan berbicaraku sudah tak setajam dulu. Aku tak pandai berbicara secara langsung lagi sekarang.

Aku hanya tidak mau terjadi hal-hal aneh, seperti ….ahh, sudahlah, aku tak mau membahasnya di sini. Yang jelas hal-hal buruk lah. Ah iya, salah satunya adalah stroke itu tadi ^^. Aku tidak mau stroke seperti tanteku itu  hanya karena aku terlalu memendam apa yang akan aku rasakan.

Demikian. Mudah-mudahan dimengerti.

LPLK, 1 oktober 2010

2 thoughts on “.PENDAM.

  1. hehehehe…..
    tapi ini artinya masih tetap memendam..
    tidak ditujukan ke orangnya langsung :p
    bisa saja orang yg dimaksud menganggap dan mensugesti semua notes dan blogmu bukan untuk dia,, iya kan??
    WHo knows????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s