cerita pendek · Setangkup Roti Cokelat

Laskar Pehangi

…laskar pehangi…

Sebut saja namanya Lutfi, eh, ini sih nama sebenarnya!

Jadi namanya emang Lutfi. Seorang anak laki-laki yang hobinya main bola di lapangan kosong samping sekolah yang kalau musim hujan beceknya minta ampuuun…! Mana ada tukang ojek yang suka nangkring di pos ronda depan lapangan sambil melamun lagi!!!!! Kata si abang tukang ojek, “lumayan lah, ngeliatin lapangan becek mah udah kayak ngeliat pantai hawayyy kalo sambil mikirin cinta laurah….” gitu kata si tukang ojek asal.

Teman Lutfi namanya Dani. Dani juga suka main bola. Hm..tapi…si Dani biasanya Cuma mau main bola di situ kalo Lutfi juga ikut main bola. Eits, jangan mikirin yang macem-macem deh. Mereka berdua normalita kok. Buktinya kemarin mereka nyaris nyatut duit SPP sekolahan demi membeli komik Sailormoon edisi terbaru. Di edisi ini Sailormoon alias Usagi Tsukino udah tau kalo dia itu sebenarnya Putri Serenity alias Putri Bulan. Wuih…di seri ini Putri Serenity cuantiiik banget. Mereka berdua naksir  berat tuh kayaknya! Sampai-sampai mereka mengkhayalkan sebuah ramuan ajaib yang bisa bikin istri-istri mereka nanti ketika meminumnya berubah mukanya seperti Putri Serenity lagi kutilan! Hiy….!!

Nah, karena penasaran, Lutfi dan Dani kemudian bertekad mengadakan penelitian untuk membuat ramuan itu benar-benar ada. Maka dikumpulkannyalah aneka dedaunan seperti daun melinjo, kelor, cemangi, bayam, kangkung, sawi, kol serta biji-bijian seperti lombok biji, biji jagung, biji merica, ketumbar, pala, kacang hijau dan kacang polong. Tadinya sih semuanya mengira ini bahan-bahan untuk ramuan ajaib. Eh, ternyata mereka berdua disuruh emak berbelanja ke pasar pulang-pergi naik bentor!

Dari sinilah semua berawal…

Sayang bagi Lutfi dan Dani. Mereka naik bentor yang salah. Ada apa gerangan? ternyata di atas jembatan angker bentor mereka mogokz!!

“Ya Alloh… Jepriiii!!!!”abang bentor histeris. Jepri itu panggilang sayang buat bentornya.

“Kenape, Bang?”sontak si Dani bertanya.

“Ini nih. Si Jepri dehidrasi! Salah abang sih nggak ngisi Whisky eh, bensin tadi pagi. Tapi gimane nggak, duit hasil narik mesti abang serahin semua buat emaknye anak-anak! Pan si Buyung lagi sakit! Katanya sih mau dibawa ke puskesmas. Lu tau Buyung, kan? Itu tuh, anak abang paling Bontot!” jelas abang bentor sambil ngunyem es cendol di ujung jembatan. Loh, Kok?!?

SI Lutfi dan Si Dani sih ho-oh aja. Soalnya mereka berdua ditraktir es cendol juga. Nyam..nyam..nyam… suegerrr!!!! Si abang bentor aneh ya…! katanya nggak punya duit isi bensin tapi kok…. ^_^a

Sepulang dari pasar. Lutfi dan Dani yang kelelahan memilih bercengkrama sambil bersenda-gurau di bawah pohon asem belakang rumah. Tentunya setelah makan karedok leunca dan sholat lohor. Hm..yang terakhir ini kudu dilaksanakan. Kalau tidak sholat lohor, emak pastinya akan marah besar dan memukul pantat mereka dengan sapi eh, sapu lidi!!! Addoowww!!!!

***

Tanpa terasa hari sudah sore. Tanpa terasa mulut mereka sudah berbusa ngumungin abang tukang bentor yang bermasalah dengan Jepri dan bensinnya. Kalau saja mereka bisa membuat sebuah alat penghemat energi…

Tik…tik…tik… beberapa tetes hujan turun pelan.

“Fi…hujan, Fi…”seru Dani.

“Udah ah. Biarin aja. Kapan lagi kita ngerasain hujan sore nan romantis kayak gini.” Ujar Lutfi pelan sambil menatap Dani mesra. Ups…

Serta merta Dani segera melepas sandal dan menjejaki rerumputan di halaman belakang itu sambil berputar-putar kegirangan dimandikan hujan. Tak lama Lutfi ikut serta. Dasar bocah!

Backsound: Sunny (OST. Cinta Pertama)

Belum juga sampai di refrain, penonton, eh, Lutfi dan Dani kecewa. Hujannya berhenti! Mentari kini mencoba menggeser Simpati, eh, mendung!

Keduanya pun setengah kecewa kembali ke bawah pohon asem. Sore yang megah. Suhu yang dingin, tapi langit cerah keemasan dan…

“Pelangi!!!!” seru Dani.

“Pe…Uhuk..uhuk…Huatchiii….!! Pehangi…!!!” Lutfi ikut bersorak.

“Heh? Pelangi, Lutfi! Bukan Pehangi!”Dani mengoreksi.

“huattcchiii!!! Iya..iya…pehangi!”Lutfi menggosok-gosok hidungnya.

“Pelangi!!”Dani menahan teriakannya.

“Iya, PEHANGI!!!”kini Lutfi menggelegarkan suaranya.

“Aku lagi pilek, dodol!!”Lutfi kembali berkata tak sabar.

“Oh…suara kamu sengau toh..!!”Dani mengangguk lalu tertawa. “Tapi pehangi lucu juga…”

“iya..pehangi lucu juga..”Lutfi kini tertawa walau ingusnya meler kemana-mana.

“iya..iya…pehangi…hahahaha….”

.selesai.

sumber gambar : http://www.deviantart.com

5 thoughts on “Laskar Pehangi

    1. hehehe. tengkyu…
      senang bisa liat nadia riang kek gitu…
      hadapi hidup memang begitu
      apalagi hadapi cinta…
      ahahahaha

      addoww >.<
      :dipentung nadia:

      sebenarnya ada sekuelnya ini cerita, tapi
      nda tw kenapa tokoh lutfi dan dani di situ
      saling jatuh cinta…
      gubrak!!!!
      ahahahahaha
      bisa dikutuk saya sama kak lutfi n kak dani

      makanya ndak dipublish…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s