Setangkup Roti Cokelat

Pagi di Alor Setar

Serupa cadar sutera yang sembunyikan wajah jelita
Kabut menyelimuti pagi dengan lembut
dan nyaris tidak kentara
Namun pendaran mentari yang
melewati
membuat semua terjelaskan dengan
sederhana
tanpa kata
tapi tetap dapat dimengerti

Sawah terhampar
dan terdengar tamah
Petani berjalan pelan
dengan cangkul di tangan
Tebing kotak-kotak
mencuat angkuh dari balik pepohonan

Serasa berada di rumah

Namun aku tetap saja rindu
Pada rumah
Pada mama papa
Pada kawan
dan
pada coto Daeng…

pagi di Alor Setar, 8 Juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s